Social Icons

Pages

Wednesday, February 6, 2013



Ketampanan seorang lelaki itu bukan dilihat dari elok paras wajahnya. Tetapi terlihat dari bagaimana ia memandang dunia

Ke'keren'an seorang lelaki juga bukan dilihat dari atlelis bentuk tubuhnya  Tetapi terlihat dari seberapa kuat ia menjaga shalat fardhu tepat pada waktunya

Bagaimana menilai baik-buruknya lelaki? Lihatlah bagaimana ia memuliakan ibunya

Dengan ia memuliakan seorang ibu yang melahirkannya, kemungkinan besar ia nanti juga akan memuliakan istrinya


Kalau ia saja kasar dan semena-mena kepada ibu yang tlah mengandungnya, Bagaimana mungkin ia akan bersikap halus dan manis kepada anda (kaum wanita) ?!




Bagaimana menilai keberanian seorang lelaki? Lihatlah ketika ia berjuang keras memegang teguh amanah walau berat untuk diembannya

Dengan amanahnya seorang lelaki akan tugasnya, kemungkinan besar ia juga akan bertanggung jawab sebagai imam dan kepala keluarga


Kalau amanah yang kecil saja tidak bisa ia jaga. Bagaimana mungkin ia akan amanah membawa biduk rumah tangga?!


Bagaimana menilai kewibawaan seorang laki-laki? Lihatlah ketika ia berdandan! (Lhoh! bukanbukan!) Tetapi lihatlah apa yang ia kenakan :)

Ketika ia kemana-mana mengenakan rok. Nahh, ini kejantanannya jelas dipertanyakan?! Hehehe 

(Serius seriuss...)



Kewibawaan lelaki bukan dilihat dari ototnya yang besar dan badannya yang gagah. Tapi terlihat dari kesabarannya dalam menghadapi musibah! (Inih baru benerr :D)


Kadar ke’tampan’an seorang lelaki juga bukan di ukur dari banyak wajahnya yang terpajang di cover majalah

Kadar ke’tampan’an seorang lelaki itu meningkat pesat kalau ia dekat dengan Yang Maha Rohmah

Tingkat ke'keren'an seorang lelaki juga bukan dilihat pada banyaknya wanita yang menyanjung dan memujanya 

Tingkat ke’keren’an seorang lelaki  itu akan tercermin dengan seiring pertambahan ilmu dan kerendahan hatinya


Lelaki sejati bukan dilihat dari banyaknya cinta yang ia taklukan. Tapi lihatlah kesetiaannya menanti pasangan sholihah yang ia idam-idamkan!

Lelaki sejati tidak akan menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ia lakukan. Karena ia akan berkomitmen atas apa yang ia ucapkan!

Lelaki sejati juga bukan tipe orang yang suka memberi harapan. Karena dia hanya serius membawa hubungannya ke jenjang pernikahan

Lelaki terbukti 'tampan', jika ia sudah mapan dan sukses  membawa wanita pujaannnya ke mahligai pernikahan, 

Dan jadilah ia 'lelaki idaman' jika berhasil mewujudkan keharmonisan kehidupan setelahnya menuju kebahagian dunia dan akhirat sebagai pelabuhan harapan :)

Monday, February 4, 2013

Mantel Hati



Ini mantel bukan sembarang mantel. Bukan sekedar pelindung dari ganasnya badai atau lebatnya hujan #MantelHati

Jika kebanyakan mantel cuma di pake waktu musim hujan, mantel ini tak kenal musim #MantelHati
Mau musim hujan, musim kemarau, mau musim duren sampe musim rambutan :D (kaya lgu nihh, hehe) #MantelHati
Mantel yang di elu-elukan bagi setiap insan yang hatinya mulai merasakan kedinginan #MantelHati
Mantel yang menjadi dambaan bagi siapa saja yang menginginkan kehangatan dan kebahagian #MantelHati
Mantel yang akan menyelimuti dari gundah gulana tak bertepi #MantelHati
Yang padanya terdapat obat pilu sekalligus penawar rindu #MantelHati
Mantel yang tak hanya sebagai peneduh jiwa, tetapi juga mampu menahan badai godaan yang menerpa #MantelHati
Yang  kan melindungi seraya menahan gejolak emosi hati #MantelHati
Sayangnya mantel ini tak dapat di beli. Hanya mampu didapat sesuai kadar iman dalam diri #MantelHati
Bagi sebagian orang ia akan datang sendiri. Bagi sebagian lagi butuh perjuangan sampai melibatkan jatuh bangunnya hati #MantelHati
Tapi tenang, setiap orang sudah di jatah mantelnya sendiri-sendiri. Tinggal tugas kita mencari 1 yang cocok dan pas di hati #MantelHati
Cuma butuh ketekunan dan kesabaran tiada bertepi untuk mendapatkan sebaik baik #MantelHati
Jika sudah dapat yang seperti ini harus banyak2 disyukuri dan di jaga sebaik-baiknya sekuat kemampuan diri :) #MantelHati 

Sunday, February 3, 2013

Narsis sebagian dari iman??! Gimana ceritanya? Apa hubungannya? Mungkin para pembaca sekalian bertanya-tanya akan judul yang agak nyeleneh di atas. Kalau “Kebersihan sebagian dari iman” iya. “Malu sebagian dari iman” sudah sering banget kita denger...Nahh ini???

Masa iya sih orang beriman itu narsis? Orangnya narsis di katakan beriman atau orang beriman itu punya satu sifat diantaranya narsis atau apa dengan narsis kita jadi beriman??? Lhahh?? Mana yang bener ini?

Sebentar dehh, sebelum bahas lebih jauh tentang narsis. Ngomong-ngomong apa itu narsis? istilah dari mana ni ya??   

Setelah coba tanya ke om google yang baik hati dan tidak sombong, karena mau-maunya di tanya-tanya apa aja, akhirnya ketemu juga. Nihh menurut wikipedia.com, narsis atau narsisme ( dari bahasa Belanda ternyata) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist)

Biasanya orang narsis ini suka eksis, Tiap liat kamera bawaan pose mulu. Nanti ujung-ujungnya di pamer-pamerin. Nggak di facebook dan twitter kerjaanya uplooad fotooo sampe timelinenya penuh dengan gambar foto dirinya sendiri (ya iyalah masa foto tetangga).

Hayoooo yang narsiss???

Nggak usah malu kalau emang narsis, saya sendiri, harus diakui suka foto. Tapi fotonya jelas, ada tujuan dan maksudnya ya ! Bukan karena nampang muka mejeng nggak jelas. Biasanya saya foto kalau ada moment tertentu buat mengabadikan moment tersebut. Misalnya pas lagi naik gunung, foto-foto di puncak gunung, pas jalan-jalan ke pantai, pas lagi berpetualang, nemu sesuatu yang unik dan rasanya perlu diabadikan. Jadilah berfoto ria supaya kita punya kenang-kenangan dengan tempat itu.

Ada yang salah dengan narsis dengan suka berfoto? Nggak tentunyanya, asal dengan catatan masih dalam batas wajar dan tidak berlebihan!

Kalau tiap hari minta foto, di mana-mana berpose, nggak di kamar, di mall, di jalan, di kamar mandi, masih juga berfoto. Ini jelas diluar kewajaran ya...

Memang apapun kalau berlebihan itu pasti ada mudhorotnya. Begitu juga kalau sudah mencintai dirinya berlebihan/ narsiss, akhirnya jadilah penyakit hati, menganggap dirinya sempurna, tidak bisa menghargai orang lain, suka dan berharap pujian. Tidak bagus tentunya kalau seperti ini. Sifat-sifat seperti inilah yang perlu dihindari.

Bagaimana kalau mencintai diri sendiri dalam batas yang cukup dan sewajarnya??! Nahh, ini justru sangat diperbolehkan dan diharuskan. Kenapa? Supaya kita jadi percaya diri dan tidak rendah diri. Kalau kita tidak mencintai diri sendiri bagaimana kita dicintai dan mencintai orang lain??? Setujuu??!!

Artinya ‘narsis’ itu boleh. Wong Allah aja Maha Narsis kok?!

Ehhh, maen-maen nih. Masa Allah SWT Maha Narsis? Yah iya lah. Justru hanya Dia lah yang sangat-sangat berhak untuk itu. Allah itu Maha Membanggakan Diri. Karena hanya Dia lah Yang Maha Menguasai dan Merajai. Sombong menjadi pakaiannya dan sudah sepantasnyalah karena hanya Dia dan tidak ada yang lain Yang Maha Berkuasa atas segala-galanya.

Bahkan Allah SWT waktu awal penciptaan manusia, pernah mem'bangga'kan manusia ( nabi Adam as ) di hadapan malaikat dan jin. Malaikat dan jin (iblis) pernah diminta bersujud di hadapan nabi Adam sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT. 

Apa ini bukan suatu kemuliaan bagi kita manusia. Artinya ada kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki oleh manusia dibandingakan makhluk Allah yang lainnya dengan catatan jika ia berilmu dan memiliki ketaqwaan kepada-Nya.

Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS.Al Mujadalah:11)

Saya tidak akan menarik kesimpulan dari tulisan ini. Jangan diterima mentah-mentah. tapi juga jangan juga buru-buru di tolak :)

Sekian.

Friday, February 1, 2013


“Biasanya yang mendua tidak akan mendapatkan satu hal pun”, sebuah quote yang mungkin sudah sangat sering kita dengar.

Larangan mendua ternyata tidak hanya berlaku dalam  suatu hubungan tapi juga dalam mengerjakan sebuah pekerjaan tidak boleh  yang namanya selingkuh atau mendua. Hehehe

Maksud hati mau mengerjakan banyak hal dan ingin menyelesaikan semua pekerjaan. Tetapi setelah habis batas waktu yang ditentukan ehh malah hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jangankan akan selesai 2 pekerjaan, 1 pekerjaan pun jadinya malah tidak maksimal. Mungkin begitulah hasilnya kalau kita mendua atau tidak fokus dalam menngerjakan suatu pekerjaan.

Mungkin sebagian orang dikaruniai kemampuan multitasking, tetapi biar bagaimana pun ternyata fokus itu lebih baik dari pada semuamuanya mau dikerjakan. Boleh beralih mengerjakan pekerjaan yang lain jika telah selesai mengerjakan pekerjaaan yang satu.

Seperti yang diajarkan dalam surat Alam Nasyroh ayat 7-8

فارغب ربك وإلى . فانصب فرغت فإذا  

“Maka Apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu pekerjaan bersiap-siaplah menuju pekerjaan yang selanjutnya. Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap”

Jangan berpindah kepada pekerjaan yang kedua sebelum menyelesaikan pekerjaan yang pertama. Bersungguh-sungguhlah mengerjakan 1 pekerjaan, baru setelah selesei, bersegeralah mengerjakan pekerjaan yang selanjutnya

Jangan sampai melakukan pekerjaan pertama tapi kita fokus ke pekerjaan ke dua, sehingga energi kita akan terpecah dan hasilnya pun pasti  tidak akan optimal.

Waktu sholat, fokuslah hanya pada gerakan dan bacaan sholat,  ingat hanya kepada Allah. Jangan sampai waktu sholat fokusnya ke pekerjaan rumah. Juga waktu melakukan pekerjaan rumah fokuslah hanya di pekerjaan rumah jangan mikirin si dia atau yang lain-lain. Nanti hasilnya tidak akan bagus. Juga waktu mikirin dia juga harus fokus jangan mikirin dia yang lain lagi...  Hehehe  *becanda :-)

Ketidakfokusan seperti  inilah yang menyebabakan kita kehilangan kekuatan dalam hidup ini. Ibarat dalam sholat tidak akan khusuk dan tuma'ninah. Padahal dalam sholat tuma'ninah merupakan rukun sholat. Setiap gerakan dan bacaan yang  tidak dilaksanakan dengan tuma'ninah maka akan percuma saja sholat kita.

Nahh, bagaimana caranya agar bisa fokus??? Berikut tips yang saya dapatkan dari ceramah motivasi, M. Syarif. Beliau menyampaikan ada 4 TIPS untuk menjadi orang yang fokus yaitu F-O-C-S!

Apa itu F-O-C-S???

Yang pertama adalah F-ind Out The Inner Potential  - Temukan potensi yang ada di dalam diri. Be your self! Jangan jadi orang lain.

Yang kedua, O-bey Your Deep Heart Feeling  - Taati dan patuhi hati nurani kita. Jangan mengikuti kebanyakan orang , karena hati nurani akan mengantarkan kita kepada kebenaran

Yang ketiga adalah C-oncentrate In One Direction – Berkonsentrasilah  pada satu titik, jangan sambil mengerjakan 1 pekerjaaan dengan mengerjakan yang lain.

Yang Ke empat, dan terakhir S-ervis Minded - Berusahalah jadi  pelayan yang baik kepada siapa pun. 

Dengan berusaha melayani, menolong dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang, maka insyaallah tangan Allah lah yang akan datang dan menolong dalam setiap masalah dan kesulitan hidup kita

Ya Allah hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami memohon pertolongan . . .

Sekian

Sunday, January 27, 2013

Orang Yang Bangkrut


Halo sidang pembaca sekalian? Lama nggak posting nih ke blog ini, jadi kangen :) Harap maklum aja, akhir-akhir  ini lagi kejar target setoran jadi masih kacau management waktunya #soksibuk :P hehe 

Kali ini saya mau share aja, catatan yang saya dapatkan saat mengikuti kuliah subuh beberapa waktu yang lalu.

Materi yang sangat menarik dan menginspirasi,  yaitu tentang orang yang bangkrut, disampaikan oleh ust @condro_triono 

Siapa orang yang bangkrut itu? Kata ustadz membuka materi kuliah subuh kala itu. Ayo coba kita jawab dulu. Orang yang bangkrut itu mungkin menurut kita adalah orang yang merugi harta benda, misalnya dalam bisniss  yang paling gampang diliat. Keluar modal 10 juta, yang balik hanya 1 juta. Ini bangkrut namanya..

Dalam sebuah hadist, Rasulullah ternyata juga pernah bertanya kepada para sahabat dengan pertanyaan yang sama,

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”  Kata Rasul. Para Sahabat pun menjawab  ”Orang bangkrut menurut kami ialah orang yang sudah habis hartanya, sudah habis dinarnya, dan sudah habis kenikmatan-kenikmatannya”.

Lalu apa kata Rasul? Apa benar jawaban dari sahabat tadi? Ternyata jawaban menurut kita dan para sahabat ini salah. Bukan seperti itu ternyata.

Rasulullah pun berkata:

“Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang  mengahadap Allah SWT di hari kiamat kelak dengan membawa amal yang penuh tetapi amal kebaikannya terkikis oleh dosa-dosa yang dibuat ke orang lain”

Mengantongi amal yang penuh tetapi kok terkikis? Bagaimana bisa?

Dalam suatu riwayat, diceritakan bahwa di pengadilan akhirat nanti ada sekelompok orang yang sudah mengantongi amalan-amalan yang banyak seperti pahala-pahala salat, puasa, zakat, haji, dan amalan sunnah lainnnya yang telah ia kumpulkan selama hidup di dunia. Tinggal selangkah lagi masuk surga. Tiket surga sudah ditangan kalau bisa diibaratkan.

Tetapi dalam perjalanan ternyata ada batu sandungan  yang menghalangi untuk menuju kesana. Ia adalah dosa-dosa yang telah ia lakukan kepada orang lain tetapi belum sempat untuk meminta maaf kepadanya dan orang tersebut tidak ridho atasnya. Maka berhati-hatilah, bisa jadi orang kita dzalimi tersebut akan menuntut kita atas keburukan yang kita lakukan sewaktu hidup di dunia.

Kesalahan yang dilakukan walaupun kecil, tetap saja dosa dan akan dimintain pertanggungjawaban di pengadilan Allah Swt. Di pengadilan dunia mungkin bisa lolos, tetapi tidak akan ada yang bisa kececer walau sekecil biji zharah pun. Semua  pasti akan diadili dengan seadil-adilnya di pengadilan akhirat Allah Swt nanti.

Dalam hadist yang sama Rasulullah menyebutkan ada 5 dosa yang mengakibatkan amalan atau pahala yang kita kumpulkan jadi terkikis, yaitu tidak bisa menjaga hubungan baik dengan sesama, suka mencaci, menuduh/ fitnah, memakan harta/ korupsi, mengalirkan darah, dan memukul atau aniaya ke orang lain.

Contoh kecil.  Misal kita suka mencaci, atau menghina orang dan orang itu tidak ridho dan kita belum meminta maaf atasnya. Lalu seperti apa peradilannya diakhirat? Bagaimana cara menebusnya?

Dalam hadist dengan riwayat yang sama diberikan jawaban, maka dari amalan kebaikan yang telah kita kumpulkan, misalnya pahala sholat akan diberikan ke orang yang kita dzalimi. Itu baru dosa yang pertama lalu bagaimana jika kita juga mengerjakan dosa yang kedua, dan dosa-dosa yang selanjutnya, seperti sering menyebarkan berita bohong, suka menggosip, korupsi, memakan uang rakyat, menipu, dan sebagainya.

Maka akan diambillah amalan kebaikan kita yang lain, pahala puasa kita, pahala qiyamulail kita akan diambil, pahala zakat kita, sedekah kita akan diberikan kepada orang-orang yang yang telah kita dzalimi. 

Lalu bagaimana jika saking banyaknya orang yang telah terdzalimi dan amalan pahala kita telah habis. Dalam hadist ternyata juga sudah ada jawaban dan jawabannya sangat mengerikan.

.....Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (H.R Muslim )

Naudzubillahimindzalik.., 

Ternyata akan sia-sia saja jika hanya bagus dalam beribadah kepada Allah (hablumminallah) kalau hubungan dengan sesama tidak baik.Sungguh penyesalan dan keputus-asaan yang dideritanya tidak terkira akibat dari dosa-dosa kesalahan kepada orang lain.

Apa artinya sholatnya kenceng, umrahnya berkali-kali,  puasanya sering, tetapi hablumminnnasnya rusak. Percuma mengumpulkan amalan ibadah ritual sebanyak-banyaknya. Akan habis dan bangkrut bila tidak bisa menjaga hubungan baiknya dengan sesama.

Semoga kita dijauhkan dari dosa-dosa besar dan juga dosa-dosa kecil yang bisa mengikis amalan-amalan yang telah susah payah kita kumpulkan selama hidup di dunia ini.

Semoga kita juga tidak hanya bersemangat dan bagus dalam ibadah hablumminallah tetapi juga bagus dalam menjaga hubungan baik dengan sesama atau habluminannas

Semoga menjadi perenungan terutama buat penulis khususnya.
Sekian

Monday, January 21, 2013

#Hajar&Eksekusi



Semua masalah akan kecil jika dihadapi. Tidak perlu menghindar dan jangan tunda-tunda lagi #Hajar&Eksekusi

Kita akan mendapatkan  bekal dan persiapan yang dibutuhkan ketika kita berani memulai #Hajar&Eksekusi

Bagaimana caranya agar  termotivasi dan terpacu untuk memulai? Lihatlah hasil akhir yang akan diperoleh nanti #Hajar&Eksekusi

Lakukan persiapan secukupnya dan segerakan langkah untuk meraih tujuan yang hendak dicapai #Hajar&Eksekusi

Tidak ada yang namanya saat yang tepat. Karena bila kita menunggu saat yang tepat niscaya kita tidak akan pernah menemukannya #Hajar&Eksekusi

Mau tepat waktu atau tidak. Saat inilah waktu yang kita miliki #Hajar&Eksekusi

“Berpikir terlalu lama untuk melakukan sesuatu kadang sama artinya tidak melakukan sesuatu.” Eva Young #Hajar&Eksekusi

Jika esok tiba, hari ini akan hilang selamanya, meninggalkan waktu yang tidak akan pernah diulang untuk ke dua kalinya #Hajar&Eksekusi

Untuk itu, manfaatkan setiap moment dan kesempatan dan jangan pernah di sia-siakan peluang yang datang begitu saja#Hajar&Eksekusi

Gunakan waktu sebaik mungkin. Susun skala prioritas dan lakukan dengan terbaik yang kita bisa #Hajar&Eksekusi

Tugas kita bukan untuk sempurna. Melainkan untuk selalu berikhtiar dan berusaha #Hajar&Eksekusi

Saturday, January 19, 2013

Tanjung Pendam


Haloo sobat? Apa kabar hari inii? 
Semoga hidup kita dipenuhi dengan rasa  syukur dan semangat untuk selalu meningkatkan kualitas diri. Kali ini saya mau sharing lagi, petualangan saya di Negeri Laskar Pelangi, Belitung. Kali ini ceritanya kita jalan-jalan ke Tanjungpendam :)

Pantai Tanjungpendam ini letaknya berada di wilayah kota Tanjungpandan. Dari alun-alun kota, cukup 5 menit perjalanan. Dekat bangett dengan pusat kota. 

Karena lokasinya yang strategis, mudah di jangkau, dan panorama pantainya juga yang menakjubkan, pantai ini hampir setiap pagi dan sore ramai dengan pengunjung. Ada yang sekedar jalan-jalan sore dengan keluarga, wisata kuliner, berolahraga, joging, atau bersepeda.

Pantai Tanjungpendam ini bagi saya adalah tempat favorit untuk olahraga pagi. Udara nya yang bersih dan sejuk, karena banyak pohon yang rindang si sekitar pantai, sangat cocok untuk tempat merefresh diri, paru-paru kita pun seakan jadi bersih kembali. Selesai cape berolahraga, kita bisa santai di pondok yang sudah banyak berada di tepi pantai ini. Sembari menikmati semilir angin di pantai kita bisa berpuas diri menikmati indahnya panorama pantai yang indah ini.  Kalau sudah disini, pasti bakal betah berlama-lama. Duduk dibawah rindangnya pepohonan, sembari menikmati angin pantai yang menyapu kulit itu serasa dapat angin syurgaa...  Asoooiiii :D

( jogging track)

( panorama pantai )

Berbeda dengan pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang, di pantai ini tidak ada bebatuan granit dan airnya pun tidak sejernih yang di pantai Tg Tinggi. Jadi  tidak bisa kalau buat mandi atau berenang. Kabarnya dulu pantai ini salah satu tempat yang diekspolitasi timahnya, sehingga pantainya  berlumpur :(

Oya, kalau untuk fasilitas saya lihat juga sudah lumayan terkelola dengan baik. Dari Resto, tempat makan, jogging track, pondok, hotel, arena bermain, tempat parkir yang luas, tempat ibadah, arena panggung, tempat souvenir, sudah cukup lengkap. Untuk masuk kita juga dikenakan biaya admisitrasi Rp.2000,- aja.

( pondokan)
Di sore hari, kalau kita beruntung dan cuaca bersahabat, kita bisa menyaksikan indahnya sunset yang tenggelam di tengah laut di pantai. Indah sekali. 

 ( view sunset )

Cuma ada satu aja dari pantai ini yang rasanya masih kurang. Sebagai lokasi wisata paling dekat dengan kota, tempat ini rasanya kurng “wah” seperti tempat wisata di kota-kota lain, seperti wahana permainan atau sesuatu yang unik atau ciri khas yang bisa menarik khalayak ramai untuk ke sini.

Kemudian satu lagi, karena mungkin jumlah pengunjung yang semakin bertambah, jadinya pantai ini saya lihat sudah mulai banyak sampah, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya sewaktu saya terakhir datang ke sini. Sampah plastik, bekas botol minuman, dan lain-lainnya jadi agak sedikit mengurangi keelokan dari pantai ini.

Semoga kita bisa ikut berkontribusi untuk menjaga keindahan alam yang telah Dia ciptakan ini untuk supaya tetap lestari.

Sekian dulu. Lanjut lagi episode berikutnya. Stok pantai-pantai dan tempat wisata di sini masih buanyaaak yang rencana akan saya kunjungi satu persatu. Hehe. Bersambung...


Salam


Labels

 

My Friends

My Twitter