Social Icons

Pages

Showing posts with label pengingat. Show all posts
Showing posts with label pengingat. Show all posts

Sunday, April 14, 2013

Filosofi Cermin

Mau share filosofi menarik tentang “cermin". Rasulullah pernah berkata, ” Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.... “

Tatkala kita bercermin dan menemui sesuatu yang tidak kita sukai. Apakah yang akan kita lakukan? Merubah cermin???

Ternyata hal  terbaik yang dilakukan apabila melihat suatu kotoran pada cermin adalah merubah diri bukan merubah cermin.

Begitupun dengan saudara kita sesama  mukmin. Apabila kita melihat ada kebaikan atau pun kejelekan yang tidak kita sukai. Maka perhatikanlah diri kita.

Perlakukanlah saudara kita sebagai cermin diri. Jika yang kita lihat adalah akhlak mulia pada saudara kita, maka sepatutnyalah kita meneladaninya.

Jika yang kita lihat adalah aib dan keburukannya, maka  sudah sepatutnya kita untuk koreksi diri.

Karena lingkungan disekitar kita merepresentasikan seperti apa diri kita.

Begitu pun berlaku dengan partner, sahabat, atau pasangan. Ketika kita melihat ada keburukan padanya, mungkin seperti itu juga diri kita.

Maka tidak perlu untuk mengolok-olok, mencemooh,  apalagi sampai menyalahkannya.

Karena itu sama halnya dengan kita mengata-ngatai bayangan cermin kita sendiri.

Tidak akan mungkin menuntut bayangan untuk berubah cermin tapi kita sendiri tidak berubah.

Maka ketika ingin lingkungan, partner, jodoh, sahabat yang baik, tidak ada jalan lain selain diri kita menjadi baik  :)

Sunday, April 7, 2013


Semakin besar yang kita inginkan, maka semakin besar pula pengorbanannya 

Tidak ada keberhasilan atau kesuksesan dengan persiapan yang  sekedarnya

Keinginan besar sudah semestinya diiringi dengan persiapan, investasi, dan pengorbanan yang besar dibandingkan yang lainnya

Bagaimana cara menginginkan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan adalah dengan menggunakan cara-cara  yg belum pernah kita lakukan.

Bagaimana cara  mendapatkan hasil diatas orang rata-rata adalah  membangun kebiasaan diluar orang  kebanyakan.

Mau pilih jalan mudah atau jalan yang tidak mudah? Pilih jalan yang mudah jika ingin seperti orang kebanyakan.

Dan hanya orang istimewa yang berani mengambil jalan yang tidak mudah.

Karena cara yang tidak tidak mudah itu banyak godaaan, butuh pengorbanan dan perlu waktu yang tidak sebentar, sehingga hanya sedikit orang yang mau melakukannya

Ingat, "Hasil yang didapat sepadan dan sesuai dengan yang dikeluarkan." 

Semua berlangsung sesuai hukum alam yang telah ditetapkan-Nya.

Hanya orang-orang istimewa yang memilih mengerjakan sesuatu diluar kebiasaan yang akan memperoleh hasil yang  tidak pernah orang lain dapatkan

Hanya orang-orang luar biasa yang berani berkorban lebih banyak yang akan meraih prestasi diatas orang kebanyakan

Sekarang pertanyaannya,  mau jadi yang biasa atau  istimewa?

Sunday, March 3, 2013

#WaitAMinute

Ada pepatah arab mengatakan “Man Shabara Zhafira”, Bersabarlah  maka kamu akan beruntung  #WaitAMinute  

Bertahanlah sampai saat terakhir, karena biasanya saat-saat terjepit itulah  miracle atau  keajaiban  akan terjadi #WaitAMinute  


Allah seringkali memberikan kejutan yg tidak terbayangkan sebelumnya saat detik perjuangan terakhir dimana kita merasa sudah tidak akan sanggup  #WaitAMinute 


Tuntaskan  kesulitan demi kesuliatan yang datang karena kemudahan yang dijanjikan pasti akan datang #WaitAMinute 

Berprasangkalah baik kepada-Nya. Bekerjalah sekeras-kerasnya. Berdoa sekuat-kuatnya dan bersabarlah dengan segala keputusan-Nya  #WaitAMinute
    
Usahakan apapun dengan sebaik-baik kemampuan yang kita bisa. Kemudian  pasrahkanlah semua kepada-Nya karena cuma Dia sebaik-baik pemberi keputusan  #WaitAMinute  
  
Disaat orang-orang kehilangan harapan. Tetaplah yakin, karena disanalah  sesungguhnya letak ujian keimanan #WaitAMinute  

Disaat kita menunggu harapan yang tak kunjung datang, tetaplah optimis. Sesungguhnya Dia hendak menguji  seberapa kuat nilai keyakinan kita #WaitAMinute  

Disaat istikharah kita belum juga memberikan  jawaban, teruslah bersabar. Sesungguhnya Dia Maha tepat waktu memberikan apa-apa yang kita butuhkan #WaitAMinute  

Teruslah ikhitiar dan tawakkal Tidak ada yang sia-sia. Dibalik semua kejadian pasti ada pelajaran dan hikmahnya #WaitAMinute  

Mungkin kenapa Dia tidak kunjung memberikannya karena Dia anggap kita belum pantas, atau  mungkin juga hal itu bukanlah  yang terbaik bagi kita #WaitAMinute  

Tidak usah ke GR-an apa yang kita ingin belum tentu yang kita butuh dan  terbaik bagi kita #WaitAMinute  

Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Maka sertakanlah Dia dalam setiap keputusan dan langkah kaki kita #WaitAMinute  

Terus pantaskan pantaskan dan pantaskan, sehingga kita layak untuk menerimanya #WaitAMinute

Teruslah berdoa berdoa dan berdoa, sehingga Dia memberikan yang terbaik yang pantas untuk kita #WaitAMinute  
  
Kenapa doa dan keinginan belum kunjung terjawab?  mungkin karena Dia ingin kita lebih dekat dan terus bermunajat kepada-Nya #WaitAMinute  

Dia suka mendengar rintihan doa-doa kita dan tak ingin segera mengakhirinya.#WaitAMinute  

Perlu juga curiga jika keinginan kita begitu mudahnya Dia berikan. Mungkin ada sesuatu yang  Dia  tidak suka dengan kita #WaitAMinute

Teruslah berbaik sangka, berusaha menanamkan keyakinan bahwa Dia akan  memberikan miracle saat terakhir dan saat benar-benar kita butuhkan #WaitAMinute

Saturday, March 2, 2013


Orang bijak sering berucap, "Hasil  dipengaruhi oleh cara”.

Yap, tidak salah  lagi! Cara itu  akan menentukan hasil. Dan  setiap cara atau usaha yang kita lakukan cuma ada 2 kemungkinan, yaitu gagal  atau  berhasil. Mau berhasil ataupun gagal  itu hanyalah  akibat atas cara atau usaha yang kita lakukan.

Dan yang jelas, berhasil itu harapan dan gagal itu menyedihkan! (efek kekecewaan susah-susah nulis naskah dan nggak diterima *sedihh dah) 
*terendus aroma curhat disini saudara saudara) Hahaha......

Untung saja saya selalu ingat nasehat ini, 

“Allah Swt tidak mewajibkan setiap manusia untuk berhasil, karena tugas dan kewajiban  manusia adalah berusaha, dan  yang Allah swt nilai bukan hasil tetapi seberapa besar usaha dan kerja keras kita”

Mau gagal atau  pun berhasil  itu nggak penting karena itu bukanlah sebuah akhir. Didalam jatuh atau gagal ada pelajaran dan didalam  keberhasilan  pun juga ada pelajaran. Dalam gagal ada sabar supaya terus berlatih dan  belajar  untuk memperbaiki diri. Begitu pula dalam  berhasil, harus ada syukur bahwa setiap keberhasilan yang kita dapatkan tidak akan diperoleh tanpa ijin–Nya.

Kalau kita diberi kegagalan maka bersyukurlah berarti kita masih diberi kesempatan untuk mencoba. Setiap orang itu punya kesempatan ke dua untuk berubah  menjadi lebih baik, untuk belajar dari pengalaman dan kegagalan yang pernah diterimanya. Dan ketika gagal sebenarnya seseorang itu  telah menemukan cara. Ya cara  untuk gagal.  Nemu cara ko untuk gagal??? Iya 100 % nulisnya serius ini dan nggak pake bercanda!. Kalau  kita tau dan menemukan cara yang kita pakai ini gagal, otomatis kita mencoba dan memikirkan cara yang lain.  Bagaimana kita akan tahu cara untuk berhasil kalau kita tidak tau cara untuk gagal??? Rigghttt???

Jangan pernah  menyerah  dan teruslah berusaha selagi masih diberi kesempatan. Ingat pepatah, 

"Kalau tengah jatuh atau gagal,  Liatlah bagaimana anak kecil yang tengah belajar berjalan!“ 

Apa ada seorang anak yang jatuh kemudian mengeluh kemudian menyerah tidak mau belajar jalan lagi ? Wahh, Nggak ada sepertinya!

Kemudian  ingat lagi, bagaimana Kolonel Sanders  sampai ribuan menawarkan  bumbu fenomenal kfc dan baru setelah kesekian ribu kali baru diakui atau  bagaimana Thomas Alva Edioson sampai ribuan kali percobaan dan barulah yang kesekian ribu kalinya ia berhasil membuat sebuah lampu pijar. 

Kira-kira mengapa mereka bisa berhasil? Karena mereka sama-sama memiliki sifat pantang menyerah dan  tidak putus asa sampai mendapat apa yang diinginkan.

Nahh, sekarang pertanyaannya. Sudah berapa kalikah kita mencoba???

Monday, February 11, 2013

Pernahkah pikiran dan hatimu selalu tertuju kepada seseorang?

Yang  saat sendiri ataupun di keramaian, yang ada di pikiranmu hanyalah  namanya

Atau pernahkah hatimu merasakan sakit ngilu, karena kerinduan ingin bertemu dengan seseorang itu?

Seseorang yang selalu kau sebut–sebut namanya. Membuatmu tak bisa tidur nyenyak. Pikiranmu  dibuat tak berhenti bekerja capek karena memikirkannya

Mencari-cari informasi apapun tentang dirinya. Bahkan sampai mengawasi setiap aktivitas dan gerak-gerik yang ia lakukan

Berharap-harap, membayangkan kehidupan bersamanya. Dengan itu saja hatimu sudah merasakan kebahagiaan tiada terkira

Yang sekedar menerima balasan smsnya sudah membuatmu senang bukan kepalang.

Bahkan ketika namanya disebut  dan terdengar di telingamu saja sudah membuat hatimu bergetar!

Jika kau pernah merasakan itu semua. Itulah “Desir-Desir Cinta”.

Dan Sesungguhnya kelak kita akan dikumpulan dengan orang-orang yang kita cintai. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mencintai seseorang. Pastikan kita mencintai orang-orang yang benar dan layak untuk kita cintai.  

Jika seseorang itu ialah lelaki/ wanita pujaan hati anda, pasangan anda, itu adalah fitrah. Ya fitrah manusia yang dikaruniai rasa cinta dalam hatinya.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran (3): 14”)

Tetapi ingat! Jangan sampai menjadikan kecintaan kita kepada seseorang melebihi rasa kecintaan kita kepada “dia”. Dia yang lebih pantas dan yang berhak untuk kita cintai melebihi siapapun!

Siapakah dia? Dia bukan pasangan kita, bukan ibu kita, bukan ayah kita, bukan saudara, anak atau keluarga kita. Lantas siapa? Sesosok manusia yang berhak  dan semestinya menjadi orang yang paling kita cintai. Dia adalah manusia paling mulia, orang paling berpengaruh nomor satu di dunia, sebaik-baik suri teladan yang wajib kita contoh dan ikuti karena akhlaknya yang terpelihara. Dia tidak lain adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Allahumma Salli ‘ala Muhammad Wa’ala ali Wasallim. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada beliau.

Manusia paling mulia yang membawa zaman kegelapan ke zaman terang benderang dengan cahaya Islam

Manusia yang semenjak lahir sudah kehilangan ayah dan usia 6 tahun sudah kehilangan ibundanya dan ia tetap sabar

Manusia yang semenjak kecil sudah menunjukkan kualitas akhlaknya yang mulia dengan tutur katanya yang menawan

Manusia yang tak kenal lelah memperjuangkan islam di tengah terpuruknya zaman yang terkenal jahiliah kala itu

Manusia yang menunjukan jalan yang lurus, jalan kebenaran. Namun ia malah mendapatkan balasan lemparan batu dan kotoran, dan ia tetap tegar

Manusia yang turun ke medan peperangan dan mempertaruhkan jiwanya sampai terluka sekujur tubuh dan wajahnya demi tegaknya agama Islam

Manusia yang di detik-detik menjelang wafatnya, masih saja memikirkan umatnya.

Yang ia dalam sakaratul maut dan menahan sakit yang luar biasa ia masih berdoa untuk umatnya

Bahkan menjelang ruh terlepas dari raganya kata terakhir yang ia ucapkan adalah, “Umatku. Umatku. Umatku.”

Sungguh, begitu besar kecintaan nabi kepada kita umatnya yang bahkan kita belum tentu untuk mencintainya

Begitu besarnya kecintaan nabi kepada kita yang berjarak ribuan tahun darinyaa. 

Kecintaan yang begitu dalam kepada kita yang justru sering untuk mengelak untuk mengikuti sunnah-sunnahnya

Apakah pantas orang seperti ini tidak mendapatkan porsi terbesar untuk kita cintai???


Jika bukan karena nabi, mungkin kita tidak akan mengenal indahnya ajaran islam

Jika bukan karena nabi, mungkin bagi anda para wanita akan di bunuh ketika lahir

Jika bukan karena nabi, kita tidak akan mendapat keberkahan dan syafaat dari beliau

Apakah pantas orang seperti ini tidak mendapatkan porsi terbesar untuk kita cintai?

Mari kita perbanyak bershalawat kepada beliau yang syafaatnya kita nanti-nantikan di yaumul akhir. Satu-satunya yang kita harapkan menjadi penyelamat di akhirat nanti.

Selain mangaguminya, bershalawat untuknya, berusaha mengamalkan dan mengikuti sunnah-sunnahnya hendaknya kita juga mencintainya lebih dari siapa pun.

Karena sesungguhnya seseorang akan berkumpul dengan siapa yang dicintainya. Dan semoga dengan mencintai nabi, insyaallah kelak kita juga dikumpulkan bersama beliau dalam surga-Nya.

Aamiinn...

.








Tuesday, January 8, 2013

Sepasang Bidadari


Apa itu sepasang bidadari?? *yang sudah tau pura-pura nggak tau dulu lah ya . . :)

Ilmu sepasang bidadari ini saya dapatkan dari sebuah buku yang #HighlyRecomended  tulisan Ippho santosa, yang bahkan sudah 3-4 kali saya baca ulang, 7 Keajaiban Rezeki saking bagusnya. Di dalam buku ini penulis menyebutkan,

Jika kita ingin meraih keajaiban-keajaiban rezeki, mempercepat terkabulnya doa, mempercepat terwujudnya impian, dan ingin mempercepat merubah nasib, maka hal terpenting untuk dilakukan adalah sampaikan dan selaraskan doa atau impian kepada sepasang bidadari.

Sudah bisa nebak nihh kayaknya??! Yap, betul ! Sepasang bidadari ini bukan punya 2 istri, tetapi adalah doa kedua orang tua dan pasangan kita...  :)

Nahh, untuk bidadari yang pertama semua orang pasti punya, yaitu kedua orang tua kita. Restu atau doa dari kedua orang tua merupakan kunci utama kesuksesan dalam mewujudkan apa yang kita inginkan.

“Ridhallaah biridhal walidain", "Ridho Allah tergantung ridho ke dua orang tua".

Saya tidak akan banyak membahas bidadari yang pertama ini karena sebelumnya pernah saya bahas juga di sini, nihh --> Nasehat Seorang Ibu

Kali ini, saya mau fokus bahas bidadari yang ke dua, yaitu pasangan kita. Bagi seorang yang sudah menikah, tentu sudah jelas suami/istri kitalah yang berperan menjadi bidadari yang kedua.  Seperti disampaikan diawal, dengan selarasnya impian dan doa-doa kita dengan sepasang bidadari, maka impian dan doa yang kita panjatkan akan lebih bersayap dan mengangkasaa.

Seperti kata pepatah,
 " Setiap pria yang berhasil,  dibelakangnya ada wanita hebat yang mendampinginya". 

Liat saja orang-orang sukses dan berhasil di sekeliling kita. Liat orang-orang seperti Mario Teguh, Jamil Azzaini, Ippho santosa, Habibie-Ainun yang sekarang lagi rame diperbincangkan. Sudah bisa lihat?? Pria-pria sukses pasti selalu didampingi oleh istri yang berperan baik untuk suaminya. Rigghtttt?

Lalu bagaimana dengan kita yang belum menikah??
Nahhh, tentunya ini adalah salah PR sekaligus proyek terbesar kita (emang bangunan?!) Pekerjaan yang juga tengah saya lakoni, pencarian akan rezeki terbesar dalam hidup, seorang  pendamping sekaligus partner yang diharapkan juga mampu untuk saling mengisi dan melengkapi sehingga terjalin keterpaduaan dalam mengarungi samudera kehidupan di dunia ini.

Bagaimana memilih pasangan hidup kita nanti???
Rasulullah sudah mengajarkan,
"Nikahilah wanita karena 4 hal, karena rupa/kecantikannya, karena hartanya, karena nasab/ keturunannya. Dan jika ingin selamat maka menikahlah karena agamanya".

 Kalau kata pepatah jawa.“Liatlah bibit, bobot, dan bebetnya”, 

Mencari seorang yang tidak hanya dijadikan istri tetapi juga calon ibu terbaik buat anak-anak kita nanti. Dianjurkan untuk melihat segala sisi, lihat bibit atau keturunannya, bobot atau  ilmunya dan yang paling penting adalah akhlak dan agamanya yang harus di jadikan pedoman.
Waduhh, berat ni pembahasannya...

Siapa jodohku kelak? Jodoh itu sudah ada apa belum?
Bagaimana cara menjemputnya???

Ahh, yang jelas, “Yang baik-baik itu untuk yang baik-baik dan yang keji untuk yang keji.”

Allah pasti akan memberi orang yang pantas dan layak untuk kita. So??? kalau mau yg baik. ya mari pantas kan diri kita dulu. Tetapkan kriterianya dan ikhtiarkan dengan sebaik-baiknya tanpa melanggar aturan-Nya. Tugas kita bukan mencari tau siapa dia. Tetapi menyempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan yang layak untuk diri kita.

Bukan menganggap kita tinggi, tetapi jadikan diri sebagai standart dan tolok ukur jodoh kita. Supaya kalau ingin jodoh yang baik, kita selalu berupaya  memperbaiki diri.

Sekian dulu. Mengakhiri tulisan ini mari kita saling mendoakan. Semoga kita diberikan kemudahan dan petunjuk serta mendapatkan pasangan hidup yang terbaik. Sepasang bidadari yang tidak hanya bisa membawa kita bahagia di dunia tetapi juga di akhirat kelak.

Amiinnn.....

Saturday, January 5, 2013

#PantaskanDiri


Allah tdk pernah terlambat, tdk pula tergesa-gesa. Dia selalu tepat waktu dan punya alasan dibalik semua kejadian dalam hidup kita #PantaskanDiri

Mengapa permintaan kita tak kunjung dikabulkan. Mungkin krn kita memang blm pantas utk menerimanya #PantaskanDiri

Ibarat seorang anak yg belum lancar naik sepeda, sudah merengek-rengek minta mobil ke orang tuanya #PantaskanDiri

Mana mungkin akan diberikan. Coba aja bayangkan? Apa jadinya jika dipenuhi. Pasti ada resiko besar yg ditimbulkan #PantaskanDiri



Ibarat seorang anak yg merengek2 minta mobil inilah diri kita.  Sering  meminta tetapi tdk mengukur kepantasan #PantaskanDiri

Mana mungkin, akan diberikan. Kalau kita tdk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan ke #PantasanDiri

Kita aja bisa menilai. Apalagi Dia Dzat Yang Maha Menilai. Dia jauh lebih tau apa yg terbaik yg kita butuhkan #PantaskanDiri

Tidak usahlah terlalu ke GR-an. Merasa pantas dan bisa. Jauh lebih baik itu jika kita merasa belum bisa dan belum pantas #PantaskanDiri



Selalu terpacu utk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Bgmn kita mau belajar jika kita sdh merasa pantas dan merasa bisa? #PantaskanDiri

Ikhtiar dan #PantaskanDiri. Ukur diri sendiri apa sudah layak apa belum layak dititipkan sebuah kepercayaan 

Bukan dihadapan orang. Tetapi memantaskan diri itu di hadapan Dia, Dzat Yang Maha Rahman #PantaskanDiri

Akhirnya, berprasangka baik saja kepada Dia. Segala keputusan-Nya adalah yg terbaik bagi kita.  #PantaskanDiri





Thursday, January 3, 2013

Naikkan thermostat diri??? Haa?? maksudnyaa??! Mungkin sebagian pembaca akan sedikit bingung sama judul yang saya tulis ini. Hehe. 

Begini, pernah masuk ruangan ber-AC kan? Jika kita masuk ruangan ber-AC, tentu suhu di dalam ruangan tersebut bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita. Mau suhu yang dingin bisa kita setting suhu AC ke 17 derajat celsius atau jikalau menginginkan suhu yang hangat bisa di setting ke suhu 30 derajat celcius. Kita bisa mensetting suhu ruangan itu sekehendak kita, karena dalam AC terdapat alat yang namanya ‘thermostat’. Tull???

Nahh, dengan kita mensetting suhu thermostat, maka AC akan bekerja secara otomatis untuk menyesuaikan dengan suhu yang telah kita setting. Dia akan berusaha menurunkan suhu jika terlalu panas, atau akan menaikkan suhu jika terlalu dingin.

Seperti thermostat AC, begitu jugalah dengan standart  yang kita tanam dalam pikiran bawah sadar kita.  Seberapa besar kita memasang thermostat diri akan menentukan seberapa besar kualitas hidup kita nanti. Apa yang kita dengar, lihat, pelajari, dan pergaulan kita kesehariannya itu akan membentuk kehidupan kita ke depannya. Seperti analogi yang sudah sering kita dengar berikut ini,

“Orang yang sering bergaul dengan tukang minyak wangi akan ikut harum, orang yang sering bergaul dengan tukang sampah juga akan ikutan terkena baunya”.
.
Hukum ini ternyata tidak hanya berlaku dalam pergaulan, tetapi juga ilmu, cara pandang, dan karakter diri.  Semua akan berjalan otomatis, karena program ini ada di pikiran bawah sadar,  setiap orang akan menyesuaikan dengan thermostat yang dia pasang. Semakin tinggi kita menentukan thermostat diri, tentu secara otomatis kita akan semakin terpacu unutk menyesuaikan diri. Memang sangat mungkin akan ada perasaan tidak nyaman. Tetapi itu justru akan membuat diri kita berusaha untuk terus malaju ke level yang lebih tinggi.

Seperti program thermostat AC yang hampir selalu tidak pernah mencapai suhu yang telah di setting. Sedemikian juga hidup, walaupun tidak 100% sesuai dengan yang apa yang kita harapkan, setidaknya mendekati, atau bisa dipastikan itu akan jauh lebih baik jika kita tidak menaikkan thermostat diri.  

Bergaulah dengan mereka yang satu visi dengan kita yang mendukung kualitas diri untuk teru terdorong maju.

Ayo susun program ulang, naikkan thermostat dirii ! :D



Wednesday, January 2, 2013

Semangat Perubahan


Bismillah, postingan pertama di awal tahun ini saya buat seusai tilawah pagi, ditengah guyuran hujan cukup lebat dari tadi subuh.  Diiringi merdunya suara opick yang saya putar di mp3 laptop, sembari menikmati harumnya aroma kopi kingkong di tengah cuaca dingin yang menyelimuti badan. Hmmmm... Alhamdulillahh... #NikmatnyaSecruputKopiPanasDiPagiHari 

“Ibarat sungai yang mengalir, kita tidak akan pernah bisa menyentuh air yang sama  untuk kedua kalinya”. Keingat sebuah quote dari TL @kata2bijak semalem.

Tidak ada waktu yang terulang, untuk itu jangan pernah yang namanya menyia-nyiakan waktu. Manfaatkan moment awal tahun yang baru ini, untuk menjadi jiwa baru yang mempunyai semangat baru serta harapan baru untuk mewujudkan target-target hidup kita di tahun 2013 ini jadi lebih produktif !

Oh ya, pada postingan sebelumnya saya sepertinya belum selesai menyusun Resolusi di tahun yang baru ini.  Sampai point 39 kalau tidak salah. Setelah saya pikir-pikir cukup itu dulu deh. Takutnya nanti sudah nyusun banyak-banyak resolusi malah nggak fokus lagi. hehe . Yang penting itu bukan resolusi, tapi aksi dan eksekusi untuk perbaikan diri. Tull??!

Memang takdir itu sudah ditentukan sejak lahir. Tetapi perubahan nasib itu tentu sangat bisa diusahakan, salah satunya ya dengan meng-upgrade program-program peningkatan kualitas diri. 

Nahh, Seperti kata Putu Putrayasa dalam bukunya #highrecomended yang tengah saya baca “The Millionare Step” menyebutkan bahwa,

“Nasib kita di dunia ini ibarat melukis sebuah sketsa. Kita dibekali pensil, pena dan penghapus. Setiap guratan adalah kehendak sadar kita saat melakukannya. Kita menggunakan pensil ketika sedang merencanakan nasib menuju ke perubahan yang lebih baik. ada kesalahan bisa kita koreksi dengan penghapus kemudian kita lanjutkan lagi hingga akhirnya kita yakin dan menebalkannya dalam pena.”

 “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah nasibnya sendiri”  (Ar-Ra'du [13]: 11)

Keadaan kita sekarang sekarang adalah akibat dari apa yang kita lakukan 5-10 tahun ke belakang. Maka nasib kita 5,10-20 tahun mendatang sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini.

Kalau tahun ini kebiasaan, pergaulan dan  masih sama melakukan aktivitas itu-itu aja. Ya sudah bisa ditebak hidup kedepan nantinya juga akan begini begini saja. Namun, kalau mau kualitas hidup segera membaik dan di atas orang rata-rata, maka harus  ada tekad dan semangat untuk beraktivitas di atas orang rata-rata. Dan tentunya juga dibarengi dengan terus melakukan perbaikan diri, mulai dari membangun kebiasaan-kebiasaan baru, menciptakan pergaulan yang mendorong kita untuk terus maju dan lakukan aktivitas yang  produktif dikesehariaannya.

Jadilah sutradara yang mengatur film kehidupan kita sendiri. Buatlah skenario terbaik untuk kita mainkan skaligus jadilah pemeran utama di cerita kehidupan kita sendiri. Atur kemana alur cerita ini hendak mengalir. Semoga kita diberikan kemudahan dan petunjuk jalan yang lurus bagi yang berniat memperbaiki kualitas hidup.

Ayoo, Semangat Perubahan  2013 ! :D (Kaya jargon kampanye nihh  :P Hehehe)


Monday, December 31, 2012


Alhamdulillahhirabbilalamin... Segala Puji bagi-Mu Ya Allah masih bisa diberi kenikmatan hidup sampai detik-detik di penghujung tahun 2012 yang sebentar lagi akan berganti  ke tahun yang baru. 

Di akhir tahun ini, saya mau buat target hidup di 2013 yang tentu harus lebih baik dari tahun sebelumnya. #MyResolutionToMake2013BestYearEver ( nggak tau dah ni bsa inggrisnya bener apa kagak). Sebenarnya rekontruksi apa resolusi (nggak tau yang mana yang bener) ini sudah lama saya buat. Tidak harus nunggu tahun baru kan buat perbaikan diri, bisa setiap saat dan kapan saja. Tapi nggak ada salahnya juga sih kalau memanfaatkan moment tahun baru ini untuk buat perubahan biar terus ingat dan lebih menggigit! (emang nyamuk??! ~_~)

Berhubung di twitter, facebook dan di socmed lainnya pada rame ngomongin rekontruksi 2013,  maka  saya juga tidak mau kalah buat rekontruksi (resolusi om?! Halahh sama aja! :P) Terinspirasi dari berbagai sumber, dari ajaran motivator dan mentor saya tentunya. Biar gampang dan nggak ribet bacanya saya mau buat point per point aja biar singkat, padat , dan jelas! ( kaya jawaban uraian singkat aja nihh, hehe)

Baiklah sebelum mulai, alangkah baiknya baca basmallah dulu.
“Bismillahirahmanirrahim..... “

Semoga target perbaikan hidup di 2013 ini jadi niat baik dan bisa terlaksana. Amiiinnn... Kalau pun tidak terlaksana semua toh namanya juga manusia hanya bisa berencana. Yang mengatur kan Sang Pencipta. Katanya kan niat baik itu aja sudah dinilai ibadah. Ya niat aja sebanyak – banyaknya. Dengan diikuti kemauan, usaha dan kerja keras tentunya. 
Walahhh malah kesana kemari. Ini dia #MyResolutionMake2013BestEverYear (resolution aja lah, kalau rekontruksi kaya habis tsunami aja, hehehe)
  1. Revisi dreambook. Buat 100  impian dan target baru 2013. Target harus diatas kemampuan selama ini. Paksakan diri     untuk terus tumbuh.
  2. Perbanyak “learn and share”. Belajar dan berbagi supaya ilmu terus bertambah dan impact ke lingkungan semakin luas dan kembali ke diri sendiri
  3. Biasakan wudhu dan berdoa sebelum tidur
  4. Bangun pagi lebih awal, biasakan tahajud
  5. Rutinkan sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid
  6. Belajar nulis terus setiap pagi dan posting ke blog
  7. Buat perpustakaan pribadi di rumah
  8. Biasakan dengar lagu-lagu positive, nasyid, qiraati, atau cd motivasi yang membangun
  9. Bersikaplah ramah dan banyak senyum ketika bertemu orang
  10. Perbanyak silaturahim, tambah kenalan baru, dan cari sahabat yang bisa memotivasi untuk maju
  11. Biasakan buat  pod (target harian), mingguan  dan pom (target bulanan)
  12. Sering-sering berdoa, rutinkan sedekah dan dhuha
  13. Terus perbanyak hafalan
  14. Rutinkan mengabari/telpon orang tua seminggu sekali
  15. Banyak minum air putih
  16. Kurangi makanan berlemak dan gorengan
  17. Hindari makanan instan, kurangi bumbu instan apalagi mie instan.
  18. Berhenti lihat tontonan yang tidak manfaat. Kurangi nonton TV.
  19. Kurangi online yang tidak jelas dan tidak manfaat.
  20. Jangan bergadang
  21. Perbanyak beli buku baru terutama untuk buku agama, motivasi, dan pengembangan diri.
  22. Biasakan ucapakan maaf, tolong dan terimakasih. Beri penghargaan –penghargaan kecil ke orang
  23. Rutinkan olahraga setiap minggu. Jogging atau berenang setiap libur biar badan sehat 
  24. Atur jadwal untuk berpetualang, jalan-jalan dan refreshing. Biar selalu fit, dan dapat inspirasi baru
  25. Luangkan waktu setiap pagi 10 menit untuk merenung
  26. Perbanyak bersyukur, jangan mengeluh
  27. Berhemat. Beli sesuatu yang berkualitas.
  28. Belajar ilmu managemen dan mengelola keuangan
  29. Berpikir dan berbicara seolah sudah sukses
  30. Tanamkan di pikiran, “Kalau kita yakin sesuatu itu bisa dikerjakan, maka kita akan benar-benar bisa!”
  31. Beri hadiah kecil pada diri sendiri setiap berhasil meraih tujuan
  32. Jangan pelit
  33. Belajar “public speaking”
  34. Belajar bahasa inggris
  35. Biasakan bicara yang baik-baik. Kalau tidak bisa, lebih baik diam
  36. Sebelum menasehati, nasehati diri sendiri dulu. Kasih contoh.
  37. Sebelum bicara pikir dulu, efeknya baik apa nggak bagi yang mendengarkan
  38. Belajar teknologi, software-software terbaru tentang pemetaan dan desaign
  39. bersambung (lanjut besok lagi lah, udah malem, ingat point 20. hehe..... :-)


Friday, December 28, 2012

Ayo Tepat Waktu

Enak ya rasanya kalau setiap yang kita butuhkan itu tepat waktu datangnya. Misal, pas lagi  kena kanker alias kantong kering dan lagi butuh uang, ehh tiba-tiba aja rezeki dateng. Pas mau nyari kerja sampingan ehh ada yang nawarin. Pas lagi laper, ehh ada yang ngasih makanan. Dan intinya, kita manusia ingin semua apa yang kita butuhkan itu tepat waktu dan cepat datangnya. Tull ??!

Ahh tapi itu kejadiaanya kan sekali-kali aja. Malah yang sering itu, seperti kata pepatah “jauh panggang daripada api.” Nahhh???

“Mengapa ya jawaban doa kita seringkali kurang pas???”

“Mengapa rezeki yang dateng nggak sesuai dengan harapan???”

“Mengapa jodoh yang diharapkan tidak ketemu-ketemu juga???”

“Mengapa dapat pekerjaan yang nggak sesuai dengan  passion dan minat kita???”

“Mengapa keinginan kita tidak sesuai dengan apa yang diharapkan???”

Sah-sah saja memang sampai keluar pertanyaan seperti itu. Cuma sebelum terlontar  pertanyaan-pertanyaan di atas kiranya perlu juga kita pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini,

Apakah selama ini kita sudah mengerjakan sholat dengan benar dan tepat waktu??!

Apakah selama ini kita sudah melaksanakan perintah-Nya dengan penuh antusias dan semangat??!

Apakah selama ini kita sudah mengamalkan shalat-shalat sunnah yang di anjurkan??!

Apakah selama ini kita sudah merelakan sedikit saja waktu tidur malam kita untuk-Nya??!

Apakah selama ini kita sudah bersedekah dan berbagi kesenangan dengan orang  yang kekurangan??!

Apakah selama ini kita sudah konsisten meninggalkan semua larangan dan menjauhkan diri dari hal yang subhaat??!

Kalau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini lebih banyak belum-nya daripada iya-nya. Cuma sekali-kali dan lebih banyak jarangnya, dan baru dikerjakan kalau pas kita lagi mood dan pas lagi tidak sibuk aja. Ya pantaslah kalau doa-doa dan harapan kita juga seperti itu??!

Sebelum berharap sejuta keinginan dan doa kita terwujud menjadi kenyataan, mendingan kita bereskan dulu tugas-tugas kita. Kalau kita sudah benar melaksanakan kewajiban dan mengerjakan semua perintah-Nya, bukankah balasan itu akan datang sendiri tanpa kita perlu tanya lagi. Bukankan Allah swt juga telah menjanjikan dalam setiap perintah-Nya itu kita akan mendapatkan ganjaran. Bahkan seringkali balasannya berlipat-lipat. Dari sholat berjamaah saja kita mendapatkan ganjaran 27 derajat lebih tinggi dari sholat sendiri. Belum kalau sedekah dapat balasan 10 kali lipat. Belum kalau kita puasa, belum kalau kita dhuha, tahajud, belum kalau doanya di waktu yang utama, ramadhan dan sebagainya.

Bukankah melalui perintah-Nya ini Allah swt hendak memotivasi kita, bahwa untuk meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat utamanya, tidak akan diperoleh tanpa mengikutsertakan kehadiran—Nya dalam setiap langkah dan aktivitas kita.

Mari bersemangat mengerjakan tugas-tugas-Nya tepat waktu supaya balasan dari-Nya juga tepat waktu ! :D

Semoga menjadi pengingat dan perenungan  terutama buat penulis.

Salam.






Friday, December 21, 2012

#butuhproses


Tidak ada yang ujug2 dan instan didunia ini. Semua #butuhproses. Emang mie instan?! 

Mie instan yg paling instan sekalipun jg #butuhproses. Dimasak dg air yg telah dipanaskan sesuai dengan prosedurnya. Emang mau makan mie instan pake air dingin?!

Itulah, kebanyakan kita menginginkan sesuatu tapi tidak mau menjalani prosesnya. Yah sama aja?! Semua #butuhproses

Mau hasilnya dengan sekejap mata tanpa mau usaha dan kerja keras untuk mencapainya. Emang kantong doraemon langsung jadi?! #butuhproses



Apalagi kalau kita menginginkan sesuatu yang besar. Semakin besar cita2 berarti harus siap pula dengan pengorbanan dan #butuhproses yang panjang

Bukankah apa yg akan kita dapat adalah sesuai dengan apa yang telah kita korbankan??! #butuhproses

Seperti kata pepatah bijak “Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan kesabaran.” #butuhproses

Artinya, kita baru akan mendapatkan kesuksesan jika telah berhasil menuntaskan semua proses dan rintangan yang menghadang di sepanjang perjalanan #butuhproses



Yang harus dilakukan sekarang adalah usaha sekeras yang kita bisa, berdoa mengharap yang terbaik kepada-Nya dan bersabar #butuhproses

Hadapi  apa pun masalah dan tantangan yg ada. Optimis semua pasti akan terlewati dengan baik #butuhproses

Jangan pernah menyerah! Anggap sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang bisa dijadikan batu tumpuan untuk lebih maju #butuhproses

Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jadi terus berprasangka baik saja terhadap-Nya kita akan mendapatkan yang terbaik #butuhproses

Labels

 

My Friends

My Twitter