Social Icons

Pages

Sunday, October 21, 2012

Nasehat Seorang Ibu

Tulisan ini saya buat sesaat setelah kepergian saya dari rumah menuju ibu kota, untuk diberangkatkan menuju daerah penempatan. Di dalam bus Rosalia Indah jurusan Salatiga-Lebakbulus, dengan nomor lambung 314. Duduk di seat 1b dengan AC cukup dingin membuat sy cukup betah berlama-lama. Memanfaatkan fasilitas quickoffice mobile nokia e71,  dua ibu jari saya dengan lincahnya menari-nari di atas  tombol keypad hp  kesayangan yang sudah setia menemani selama 3 tahun ini yang alhamdulillah #KadangKadangSukaErrorSendiri. Hahaha....

Sudah sewajarnyalah yang namanya orang tua memberikan nasehat atau pesan kepada anaknya. Kalau ada orang tua yang tidak pernah menasehati atau memberikan pesan kepada anaknya. Nahh, ini perlu dicurigai. Jangan-jangan anak tiri. Hhe... *becanda

Begitu juga saya, setiap menemui suatu kesulitan, ataupun sedang atau akan mengerjakan sesuatu hal pasti terlebih dahulu meminta ijin, minta nasehat dan tentunya meminta doa  restu orang tua, terutama ibu. Sebelum berangkat kemarin juga, saya pamit waktu itu kepada beliau mungkin beberapa hari lagi langsung berangkat ke daerah penempatan dan mungkin juga akan jarang pulang karena harus melaksanakan tugas dan tidak bisa kalau sering-sering pulang ke rumah. Dengan mata yang sedikit sembab dan seperti menahan air matanya supaya tidak jatuh, saya tau itu. Ada beberapa pesan yg disampakan beliau kepada saya.

"Nak neng paran sing ati-ati, kudu pinter jogo diri"
artinya kalau di tempat sana di mana pun nanti harus hati-hati, harus pintar bawa diri, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain.

Ojo lali jalanke kewajiban.! Utamakke sing penting-penting sek, sing ra pati penting di kurangi."
Jangan sampai lupa dengan kewajiban, baik sebagai seorang manusia, sebagai seorang anak, dan tentu sebagai hamba Allah SWT. Susunlah skala prioritas! Utamakan yang penting-penting terlebih dahulu, yang tidak penting dikurangi.

"Dadi wong kuwi kudu grapyak..."
Kalau jadi orang itu harus "grapyak" artinya ramah, sopan, senyum kalau bertemu orang. Biasakan bilang "maaf, tolong dan terima kasih", kepada siapa pun.

"Nak wis pengen nikah, ora cukup mung siap mental, tapi kudu siap sekabehane, siap ilmune lan siap materine. Dadi wong lanang kui abot."
Kalau mau nikah itu, tidaklah cukup kalau cuma siap mental, harus siap kesemuanya. Siapkan ilmunya, pantaskan diri dihadapan-Nya. Siapkan juga materinya. Tanggung jawab menjadi seorang laki-laki itu berat. Jadi imam dan pemimpin keluarga nantinya."

Begitulah kurang lebih beberapa pesan ibu yang akan saya pegang kuat dan cukuplah untuk bekal penempatan nanti. Walaupun sudah sering dan biasa pergi dari rumah, nggak tau kenapa waktu itu berat sekali rasanya mau ninggalin rumah. Setelah saya cium tangan beliau dan memohon doa restunya kemudian saya berangkat!

Bismillahitawakkaltu'alallah...


Dalam agama kita diajarkan. "Ridho Allah itu tergantung ridho orang tua." Maka jangan sekali kali berkata kasar apalagi berlaku kasar kepada orang tua kita. Wong Rasulullah  mengajarkan jangan sampai berkata "ahh" saja kepada orang tua, apalagi sampai berkata-kata atau bertindak kasar. Di tambah lagi ada pepatah "Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.Makanya, berbaktilah kepada kedua orang tua , terutama ibu kita.

Dalam sebuah buku yang sangat inspiratif dan sedikit banyak membawa perubahan dalam hidup saya, 7 Keajaiban Rezeki tulisan Ippho Santosa. #VeryHighRecomendedBagiYangBelumBaca.

Dibagian awal buku itu dijelaskan, bahwa salah satu hal yang paling penting dan utama dalam mendapatkan keajaiban rezeki adalah lingkar keluarga yaitu ilmu sepasang bidadari. Apa ituu??? Bidadari yang pertama adalah doa atau ridho orang tua kita. Kalau orang tua sudah ridho, maka doanya akan benar-benar melangit. Coba saja perhatikan di ekeliling kita. Kalau ada seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya dijamin deh, rezekinya tidak lancar, hidupnya tidak tenang, selalu gelisah, rasa kebahagiaan akan dijauhkan darinya. 

Dan sebaliknya, kalau mau rezeki lancar, semuanya dimudahkan, dan keajaiban-keajaiban rezeki hadir dalam hidup kita. Maka bersungguh-sungguhlah untuk berbakti kepada kedua orang tua agar kita selalu didoakannya.  Siaappppp???! :D

"Seberapa pun tingginya puncak gunung dan dalamnya jurang yang berada di seberang jalan sana, ku yakin akan mudah terlewati kalau doa dan restumu sudah di genggaman, IBU." (Fariez Naufal)

Salam.


Labels

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

My Friends

My Twitter