Social Icons

Pages

Wednesday, October 31, 2012

Apa kabar sobat semua??! Semoga tetap semangat dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Ingat, apapun aktivitas yang kita lakukan, jangan lupa untuk diniatkan untuk mencari ridho Allah SWT. Baik itu belajar, bekerja atau aktivitas apa pun apabila kita berniat dalam hati untuk mengharap ridho-Nya, insyaallah amalan tersebut juga akan bernilai ibadah dan mendapat balasan pahala. Sepakatt??! 

Pada kesempatan ini saya mau melanjutkan lagi cerita petualangan saya menjemput impian di Mahameru. Sudah menantikan kelanjutan cerita ini ya??? Hehehe,  Sabar dulu...

Bagi temen-temen yang belum menyimak kisah sebelumnya, alangkah baiknya untuk baca dulu biar nyambung. Nihh ---> Mahakarya dari Yang Maha Cinta, "Mahameru" (part 1) dan ini Mahakarya dari Yang Maha Cinta, "Mahameru" (part 2)

Impian. I – m – p – i – a – n . Dari kemarin saya selalu membicarakan suatu topik, yaitu impian. Perjuangan menjemput impian, perjalanan mewujudkan impian menjadi kenyataan, dsb. Sebenarnya apa itu impian??? Mungkin ada yang nanya.

Boleh saya jawab? Kalau saya tidak punya impian, saya tidak akan susah payah pergi jauh-jauh sampai ke Malang, tidak akan mengorbankan waktu berhari-hari masuk hutan,  tidak akan merelakan kaki untuk berjalan jauh berjam-jam, dan menguras peluh keringat, belum rasa cape, membawa beban yang tidak ringan naek ke atas gunung. Belum ditambah lagi melawan rasa kantuk, hawa super dingin yang menusuk tulang, bahkan sampai menantang maut dan tetap saja berangkat ke Puncak tertinggi Mahameru dengan keyakinan, tekad dan semangat. Tentunya, tidak mungkin saya korbankan itu semua kalau tidak ada tujuan yang ingin dicapai.

Buat apa sih susah-susah naek gunung begitu? Nggak ada gunanya ?!  Apa manfaatnya??? Mendingan tidur, nyenyak, nonton tv  di rumah.!  *pertanyaan orang awam yang tidak pernah tau akan nilai perjuangan, kesabaran, dan suatu pengorbanan menghadapi tantangan!

Perhatikan perkataan Bapak Palang Merah Dunia, Sir Henry Dunant berikut ini:

" Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering berpetualang di hutan, gunung, dan lautan. ”

Bukan orang sembarangan yang mampu keluar dari zona nyaman. Bukan orang biasa yang berani meninggalkan rutinitas keseharian, keluar dari kesenangan yang  melenakan. Kasur nan empuk di rumah, meninggalkan gadget, televisi, sosial media, dan hiburan lainnya untuk rela bersusah-susah, berjuang keras dengan penuh kesabaran, dan pengorbanan meninggalkan  itu semua. Tentu  tujuannya adalah satu untuk meraih kesuksesan. Suatu bentuk pencarian jati diri, pencarian hakikat dari arti kehidupan. Mencari jawaban atas semua pertanyaan kenapa kita hidup dan alasan kita berada di dunia. Dan akhirnya nanti kita akan terpuaskan dengan jawaban dari semua pertanyaan. Kesadaran yang akan menancap dalam, di hati sanubari akan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Bahwa sedemikian kecilnya  diri ini. Kita, manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT. Bahkan tidak lebih kecil dari sebutir debu di dalam luasnya alam semesta ini.

Kembali lagi deh, malah kemana-mana jadinya. hehehe

Lalu apa yang menjadi impian saya di Mahameru??? Apakah cukup menginjakkan kaki di sana, titik tertinggi pulau Jawa? Ahh, tidak hanya itu. Terus apa dong? Nanti sambil baca ceritanya akan ketemu jawabannya. Hehe


Terakhir, kami sampai di Pos Kalimati. Sebuah lembah berpasir dan berbatu dimana di depan pos kalimati ini terdapat padang yang cukup luas yang ditumbuhi banyak sekali tanaman edelweiss. Dari sini, kita bisa menyaksikan Puncak Mahameru, yang terlihat seperti gundukan batu pasir maha raksasa yang begitu besar dan berwibawa di atas sana.

( view Mahameru dari depan pos kalimati)

Hari menjelang senja. Kami pun beristirahat untuk mengembalikan stamina yang terkuras setelah berjam-jam perjalanan yang cukup melelahkan. Belum lagi persiapan untuk "Summit of Mahameru" yang kami rencanakan nanti tengah malam. Setelah berdiskusi dengan rombongan dan sesama pendaki lainnya diputuskan, kami akan berangkat “Summit of Mahameru”, jam sebelas malam. #WuihhNiatBanget

Hal itu kami lakukan dengan beberapa pertimbangan. Mengingat warning dari pendaki senior yang sudah berpengalaman, dimana harus sampai puncak sebelum jam 8 pagi, untuk menghindari gas beracun yang disemburkan oleh kawah Mahameru. Perjalanan biasa normal memakan waktu kurang lebih 6 jam. Sebelum siang, juga harus sudah turun lagi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.  #KeselamatanItuYangUtama

Waktu yang ada, benar-benar saya gunakan  untuk beristirahat di dalam tenda. Baju hangat double, sarung tangan, kaos kaki, kupluk, sleeping bag, semua saya kenakan supaya benar-benar bisa nyaman untuk istirahat.

“Nanti jam 10 malam harus sudah bangun untuk mempersiapkan semua perlengkapan”, pikir saya

Untuk pendakian kali ini cukup bawa tas kecil atau  backpack aja. Sangat tidak memungkinkan dan  bahaya malah kalau mau bawa carrier. Jangankan bawa carrier, bawa diri aja susah. hehe

"Dua botol aq*a kecil sudah,  roti buat sarapan sudah, kamera siap, baterai cadangan full, bendera merah putih oke, senter oke, slayer siap, kacamata, hansaplast, topi  almamater, dan tisu basah....!”

Ahh, siap semua..! ” cukup dan saya langsung masukkan semua amunisi ini ke tas.

Kaos, jaket almamater, baju hangat 2 lapis, kaos kaki  2 lapis, celana training 2 lapis, kaos tangan, masker, headlamp dan kupluk...!”    cukup dan langsung saya kenakan semua. #lengkapbangettt hehe #iyadong

Setelah selesai mengecek perlengkapan yang akan kami bawa, dan membuat roti bakar dan meneguk secangkir kopi jahe hangat kami pun keluar tenda.

“Brrrrrrrrrrrrrrrr...., dinginnnyaa ituuu.........."  #pasangkupluk

“Wusssshhhhhhhhhhhhhhh, Wusssshhhhhhhhh” #anginkenceng

Di luar tenda, nampak dalam remang-remang cahaya api unggun yang tidak begitu terang di dalam kegelapan lembah kalimati dengan angin yang cukup kencang, sudah banyak pendaki lain yang sudah berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Ada yang briefing dan mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa. Ada yang mengelilingi api unggun, sambil nyanyi-nyanyi berangkulan menghimpun kehangatan, lumayan  sedikit mengurangi efek  dari angin super dingin yang menembus kulit meskipun sudah mengenakan jaket berlapis-lapis.

“Ohhh,  indahnya persahabatan di lembah Mahameru.”

Segera saya pun bergegas, bergabung dengan rombongan. Lumayan banyak para pendaki yang melakukan pendakian mahameru malam ini. Saya perkirakan 50-an lebih. #lumayanbanyaktemen

Jam sebelas kurang 15 menit. Kami semua berjalan bercahayakan sinar senter menuju ke padang yang lebih luas. Di sinilah semua pendaki berkumpul, membentuk kelompok-kelompok.

Setelah briefing oleh salah seorang pendaki senior, bagaimana track yang akan di hadapi, menyampaikan beberapa pesan, jangan terpisah dari rombongan, tetap berpositive thinking, dan jangan sampai tertidur, dsb. Kami pun akhirnya menundukkan kepala, berdoa  sebelum perjalanan pendakian malam ini. Memohon kepada Allah SWT, Sang Pencipta dari Keagungan Alam raya ini supaya diberikan keselamatan dan kemudahan agar sampai dan kembali dari puncak dengan selamat.

“Bismillahitawakkaltu‘alallaaah........”

“Berangkaaaaaaaaaaaaat !!!”, jam sebelas lebih lima menit kala itu.

Melewati jalan berpasir dalam malam gelap yang pekat dengan pandangan mata yang terbatas. Sejauh mata memandang, yang nampak  hanyalah ribuan  partikel debu berjatuhan terkena cahaya sinar senter. Sempat menuruni lembah, kemudian track mendaki yang berdebu dan berpasir dalam gelapnya hutan lembah mahameru. Akhirnya, setelah satu jam pendakian kami sampai di Pos “Arcopodo”. Arco artinya arca, sedangkan podo itu artinya sama atau kembar. Berarti arca kembar. Katanya ada arca kembar itu di sini. Tapi entahlah, saya nggak menemukan ada arca di pos ini. Yang ada malah tugu kecil seperti batu nisan, “in memoriam”, untuk mengenang para pendaki yang telah meninggal di sini. Lumayan menyeramkan.

Setelah sebentar beristirahat, ambil nafas, perjalanan pun dilanjutkan. Semakin ke atas udara rasanya semakin tipis, jadi agak susah untuk bernafas. Masker yang saya kenakan pun saya buka tutup. Kadang saya basahin pakai air, supaya debu-debu yang berterbangan ini tersaring sebelum masuk rongga hidung. Saya memutuskan untuk berjalan lebih cepat dari yang lain. Nggak tau ada dorongan apa kala itu. Saya berada di barisan paling depan, mengawal rombongan 50 orang lebih pendaki.

“Sebelum subuh harus sudah sampai pokoknya...!”  tertanam di benak saya

Setelah berjalan beberapa menit, kami pun sampai dibatas vegetasi, pepohonan terakhir hanya sampai di sini. Di atas sana tidak ada lagi pepohonan. Sejauh yang dijangkau cahaya lampu senter, yang nampak hanyalah bongkahan batu super raksasa, jalan setapak dengan batu kerikil dan pasir di mana-mana. Track kali ini benar-benar sangat berbeda dan benar-benar yang namanya mendaki itu mungkin seperti ni. Untung waktu di pos Arcopodo saya menemukan tongkat sepanjang 2 meter. Pas sekali sama tinggi badan saya. Bisa membantu menjaga keseimbangan waktu berjalan di gundukan pasir yang sewaktu-waktu bisa longsor kapan saja.

Pendakian kali ini harus benar-benar fokus. Kemiringan medan yang mencapai 70o dengan batu pasir di mana-mana seperti itu, menuntut mata harus lebih awas. Jejakan kaki yang juga  harus mantap. Leher yang selalu mendongak ke atas, melihat medan. Jangan sampai lengah terkena batu, pasir dan kerikil yang bisa longsor kapan saja. Kalau ragu-ragu, tidak yakin melangkah atau salah pijakan bisa saja terpeleset atau tertimpa longsoran, atau bisa juga terjebur ke jurang yang berada si kanan kiri jalan setapak ini. Menjejakkan kaki maju 3 langkah, longsor turun lagi 2 langkah. “ hop... hopp... hopp...!” tancap tongkat di depan sebagai pegangan. Terus bertahan dan terus berjalan. Hanya itu yang saya lakukan.

Sesekali saya menengok kebelakang terlihat puluhan cahaya kecil senter bergerak merangkak lambat sekali. Saya berada di paling depan 10 meter diatas rombongan. Semakin ke atas, angin gunung super dingin terasa semakin kencang, berhembus dari sebelah kiri. Tubuh saya yang cukup besar pun rasanya mau roboh terbawa tiupan angin yang sangat kencang itu. Udara juga rasanya semakin tipis, jadi susah sekali untuk bernafas. Mau buka masker debu di  mana-mana, tutup masker rasanya sesak, ahh serba salah. Pantaslah, ketinggian waktu itu sudah mencapai 3000 meter lebih. Hidung saya rasanya nggak mau di ajak kompromi, mengeluarkan cairan yang tidak ada habis-habisnya. Udara pun rasanya semakin dingin, bisa mencapai 5 derajat suhunya.

Berjalan dalam kegelapan malam yang sangat pekat membuat semua pendaki hanya bisa terdiam. Semua fokus menjejakkan kaki di medan batu berpasir, menghela dan mengatur nafasnya masing-masing. Tidak sempat lagi mau ngobrol satu sama lain. 

Setelah sekian lama mendaki, sempat beberapa kali terjatuh dan terpleset terkena longsoran pasir yang terinjak, sampai juga di bebatuan yang cukup besar. Saya putuskan untuk isitirahat sebentar, mengatur nafas yang terengah-engah, meneguk minum untuk membasahi tenggorokan dan membenahi dan membasahi masker yang saya kenakan. Dari atas sini, di tengah keputusasaan dan kebosanan berjalan berjam-jam tidak sampai-sampai juga, Sang Pencipta menghibur saya dengan menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnyaa.

“Subhanallaaaaaaaaaaahhhhh..............................”

Tidak ada lagi kata yang bisa sy ucapkan. Speachlesssss...

Mendongak ke atas, langit malam yang sangat ceraaaaah sekali, berhiaskan jutaan bintang yang bertaburan dimana-mana.
Buanyaakk sekaliii........, baru kali ini melihat bintang rasanya dekat seperti ini.
Menoleh ke kanan, nampak lampu-lampu kota yang berkilauan di sana.

Belum lagi di tambah sabit nan indah tersenyum manis menemani perjalanan saya kala itu.
Manis sekalii dibandingkan biasanya....

“Ohhh, indahnyaaa mahakarya-Mu .....”

Dalam perjuangan yang benar-benar menguras tenaga. Rasa capek, lelah, melawan hawa dingin yang menyiksa. Dalam keheningan diantara gelap malam yang pekat di tengah hutan batupasir raksasa. Kecil sekali rasanya diri ini. Kala itu tidak ada lain yang ada di pikiran kecuali hanya Sang Pencipta, Allah Ajja Wa Jalla. Ucapan rasa syukur tiada henti atas nikmat dan karunia-Nya. Syukur atas nikmat umur dan hidup yang diberikan-Nya. Syukur atas orang-orang terkasih yang selalu mendoakan dan selalu ada di  kala susah. Syukur atas sahabat-sahabat terbaik yang selalu mendukung dan memotivasi. Dan bersyukur atas kesempatan bisa menikmati panorama alam  mahakarya-Nya yang luar biasa  ini.

Saya langsung teringat hafalan surat Al-Mulk yang tengah saya hafal waktu itu. Sambil berjalan mendaki dalam kegelapan. Lantunan surat Al Mulk ini menemani saya di sepanjang perjalanan,

 dst........
                         

“(1) Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu (2)  Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun (3) Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?....  (5)  Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang..... (15) Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (Al Quran: Al- Mulk)

Setelah berulang-ulang melantunkan ayat yang sangat indah ini. Setelah berulang kali istirahat, ambil minum, ambil nafas, dan sempat juga berbagi makanan dan minuman dengan beberapa pendaki. Setelah berulangkali pula terjatuh, terperosok dalam longsoran pasir, bangkit, jatuh, dan bangkit lagi. Akhirnya, sampailah di hamparan pasir dan bebatuan yang sangat luas. Iya, sampai juga di Puncak Mahameru 3776 mdpl. Di puncak kala itu masih gelap yang nampak hanya semburat jingga kemerahan di ufuk timur. Indah sekaliii..

(semburat jingga di ufuk timur mahameru)

Hati saya bergetar hebat. Tidak terasa mata berkaca-kaca, air mata pun menetes begitu saja.  Tidak ada yang saya lakukan kecuali memanjatkan puji syukur atas hidup dan karunia-Nya bisa sampai di sini.

Segera saja saya lepas masker,  syal, semua atribut yang saya kenakan. Segera saya ambil posisi, bergegas mengagungkan kebesaran Sang Pencipta. Dengan tubuh menggigil, kaku dan bergetar sejadi-jadinya melawan dingin yang menusuk sampai sumsum tulang. Saya kumandangkan adzan subuh dengan  sekeras-kerasnya,

Allahhuakakbar Allaaaaahuakbar...”

Allaaaaaaahhuakakbar Allaaaaaaaaaaaaaaahuakbar...”

.....................................


Alangkah bahagia sekali waktu itu. Tidak peduli angin sangat kencang super dingin, suhu berkisar 0-3o. Dingin sekali. Jaket berlapis-lapis yang saya kenakan pun rasanya tidak ada pengaruh, rasanya tetap saja seperti nggak pakai baju. Benar-benar menusuk-nusuk tulang.

“Alhamdulillaaahhhh..... Segala puji bagi-Mu Ya Allah Tuhan Seru Sekalian Alam ‘

Salah satu impian saya di Mahameru, mengumandangkan adzan di Puncak tertinggi, salah satu penyangga langit negeri, terwujud menjadi kenyataan.

(Impian pertama: mengumandangkan adzan di puncak tertinggi) 

“Tidak ada yang lebih  indah di dunia ini selain melihat impian kita terwujud menjadi kenyataan! Luaar Biasaaa!!! “

Dengan kamera kodak kesayangan, saya abadikan semua moment keindahan di puncak ini. Tidak saya lewatkan satu moment, bahkan dalam hitungan detik sekalipun. Mata rasanya tidak mau terpejam menikmati pemandangan yang luar biasa ini. Keindahan dan kemegahan Mahameru, sunrise, awan-awan putih, dengan langit biru cerah, secerah-cerahnya yang membentang di sejauh mata memandang, serta panorama alam perbukitan di sekitar Mahameru. 

Bahkan kawah “Jonggring Saloka” yang setiap saat mengeluarkan letupan-letupannya itu pun tidak saya lewatkan dan berhasil saya abadikan semua.  Berjalan diantara bebatuan, mengelilingi hamparan pasir berbatu Mahameru dari ujung ke ujung.


(hamparan pasir berbatu dan langit biru cerah di mahameru)

Puaass sekali rasanya. Oya, Impian saya yang kedua di puncak Mahameru pun terwujud. Berfoto dengan menggunakan pakaian kebesaran jaket almamater dengan mengibarkan dwiwarna  merah putih dengan backround sunrise di puncak tertinggi, Mahameru juga menjadi kenyataan. Girang sekali saya waktu itu! Rasa lelah, capek, ngantuk, perjuangan menguras energi berhari-hari, setelah terjatuh, terpeleset, terperosok ke longsoran pasir berulang kali terbalas sudah, tuntas tas..tass....  semuanya berganti menjadi bahagia yang membuncah.

Tidak ada kata yang bisa lagi saya ucapkan untuk menggambarkan kebahagian saya selain itu. Indaaah sekali rasanya...


 ( Impian kedua: mengibarkan merah putih di mahameru dengan backround sunrise)


Dua impian sederhana yang mungkin biasa bagi orang lain, tetapi itu menjadi energi luar biasa bagi saya untuk jadi yang terdepan. karena kenyataannya, tidak banyak yang sampai di Puncak kala itu, apalagi yang dapat moment sunrise. Hanya sebagian kecil, yang punya kemauan dan tekad saja lah yang sampai di puncak mahameru ini.
  
Semua karena kekuatan impian dan cita-cita. Percaya akan keajaiban doa, keinginan yang kuat, keyakinan yang menancap dalam hati menjadi energi super yang tak terbatas akan mendorong kita melesat jauh ke depan.

Terakhir menutup cerita petualangan saya ini, mengutip tulisan Doni Dirgantoro dalam novelnya “5 cm”

“...mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini” , menggantung mengambang di depan kening kamu.


“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja..”

“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa...”

Bermimpilah! Seberapa besar mimpimu itu mencerminkan seberapa besar keyakinanmu akan Kuasa Tuhan untuk mewujudkan mimpi-mimpimu.

Sekian,

Salam 



Berikut bonuss beberapa jepretan saya di Mahameru yang bisa saya bagikan ke temen-temen semuaa....


( fajar menyingsing dari puncak mahameru)

( sunrise mahameru 1)

( sunrise mahameru 2)


(landskape kawah jonggring saloka)

(landskape panorama perbukitan dari puncak mahameru)

( view perbukitan dari puncak )

(hamparan batu pasir di puncak)

(kawah jonggring saloka yang tengah mengeluarkan awan panas)
yang terakhir, terbongkarlah identitas sy, hehe ^_^
( berfoto di tugu mahameru 3676 mdpl ^ ^ )

Tuesday, October 30, 2012


Belajar adalah salah satu komponen terpenting dalam kehidupan manusia. Belajar tidak hanya berlaku dibangku sekolah atau pun di bangku kuliah saja. Lebih dari pada itu, belajar bermasyarakat, belajar berorganisasai, bersosialisasi, serta mempelajari ilmu kehidupan, itu jauh lebih penting dibandingkan belajar buku teks di bangku sekolah/kuliah. Bukan berarti mengesampingkan pendidikan formal, tetapi pendidikan informal pun juga harus dipelajari. Salah kaprah bila setelah selesai sekolah atau lulus kuliah selesai juga belajar. Karena dalam hadist Rasulullah pun menerangkan bahwa :

“Menuntut ilmu itu dari lahir sampai ke liang lahat.”

Artinya, sepanjang kita masih bernafas, maka kita diwajibkan untuk belajar. Bila kita memutuskan berhenti untuk belajar berarti kita juga telah memutuskan untuk menemui kematian.

Berikut kisah singkat yang sangat inspiratif yang patut disimak dan direnungkan pula hikmahnya. Tidak berpanjang lebar berikut kisahnya:

*****************

Pada suatu hari, ada seorang pertapa yang ingin membuat sebuah rumah. Selama hidupnya, dia hidup di dalam sebuah gua yang kecil. Yang pertama dia lakukan adalah turun gunung untuk membeli alat pemotong kayu di toko peralatan di kota terdekat.

“Saya ingin pindah dari gua saya dan bermaksud membuat rumah sendiri dari batang kayu”,

begitu kata pertapa ini dengan bangga kepada pelayan toko. Lalu dia melanjutkan penjelasannya,

“ Saya perlu alat pemotong kayu yang paling baik, tidak masalah berapapun harganya.”

Pelayan toko yang masih muda tersebut segera menuju gudang tempat penyimpanan alat-alat yang dijualnya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa sebuah alat pemotong kayu yang tampak bagus dan mengkilap.

“Ini alat pemotong yang terbaik yang ada di pasaran.”, kata pelayan itu dengan mantap.

“Dengan alat pemotong ini anda bisa menebang kayu bagai pisau memotong mentega. Saya jamin dengan alat pemotong kayu ini, pekerjaan memotong dan
menebang kayu yang memakan waktu sebulan, bisa diselesaikan dalam waktu satu hari saja. Jika tidak terbukti, saya berani mengembalikan uang anda dari kantong pribadi saya.”

Karena si pertapa ini sangat tertarik dengan penjelasan pelayan toko tadi, maka dia membeli alat tersebut. Lalu ia kembali ke gunung tempat dia bertapa.

Sebulan setelah itu, ketika si pelayan toko sedang sibuk membereskan barang dagangannya, ia mendengar suara teriak si pertapa.,

“Hei anak muda!!!! Saya datang untuk mengembalikan alat pemotong kayu ini. Tolong kembalikan uang saya seperti janji anda dulu.”

Si pelayan toko memandang wajah tua si pertapa itu. Ia tertegun melihat penampilan yang sudah tidak karuan. Si pertapa tampak seperti tidak tidur selama berminggu-minggu. Pada pakaiannya tampak bercak darah dan keringat. Kelihatannya dia telah bekerja setengah mati.

“A…a…a..apa yang terjadi dengan bapak??? Wajah anda begitu memprihatinkan!!” Tanya pelayan toko tergagap-gagap.

Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada padanya, si pertapa tua mengangkat alat pemotong kayu ke meja penjualan. Sambil bersungut-sungut, ia berkata,

“Alat pemotong kayu macam apa yang anda jual pada saya??? Katanya, alat pemotong kayu ini mampu menebang pohon dalam sehari saja. Saya sudah menggunakan alat pemotong ini selama 30 hari, tapi pekerjaan saya belum selesai juga. Seperti yang Anda janjikan, tolong kembalikan uang saya.”

Si pelayan toko yang merasa keheranan lalu minta maaf dan berkata,

“Tentu!!! Janji memang harus ditepati. Tetapi, tolong coba saya periksa dulu alat penebang kayu ini. Siapa tahu ada yang tidak beres.”

Lalu si pelayan toko segera menarik tali yang ada pada alat penebang itu.
Kontan saja alat itu berbunyi, “B-R-R-R-R-R-R-R-R-R!!!!”
                                      
Saking terkejutnya, si pertapa langsung terhempas ke belakang meja penjualan. Ia merasa seakan mendengar bunyi peluru yang ditembakkan dari alat pemotong itu. Lalu ia berteriak kepada pelayan toko,

“BUNYI APAKAH ITU???”

**************************

RENUNGAN:
“Seringkali kegagalan bukan disebabkan karena minimnya kemampuan atau usaha kita untuk mengerjakan sesuatu. Seringkali kegagalan disebabkan karena miskinnya pengetahuan yang kita miliki. Kita telah menjadi orang yang sangat tidak mau belajar sesuatu.”





Inspired by Life Execellent Center

Monday, October 29, 2012

Menikah Muda



Siapa yang mau nikaahhh? Ayoo Ngacuuungg ???! 
Wuihhh, langsung pada ngacung semua! :P Semua orang pasti mau sih ya. Siapa juga yang nggak mau nikah? Kalau nggak kelainan, jelmaan malaikat atau mungkin jin kali ni orang. Hehe
Pada kesempatan ini sy mau bahas lagi topik yang sangat menarik yaitu tentang nikah, terutama keuntungan dan resiko nikah muda. Seru nih ! :D
Oya sebelumnya, yang masih galau-galau mikirin jodoh, pasti belum baca postiingan sy sebelumnya. 
Nihh, baca dulu --> Siapakah Yang Jadi Jodohku Kelak ??? :)

Sebenarnya agak kurang pas kali ya jika sy bahas soal nikah, wong sy aja juga belum nikah. Hehe. Doakan aja ya??! Makanya kali in sy tidak akan bercerita pengalaman, tetapi lebih ke sharing ilmu yang sy dapatkan dari berbagai sumber dan pandangan sy pribadi mengenai nikah muda. Okee??

Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah saling berpasang-pasangan. Baik itu laki-perempuan, siang-malam, surga-neraka,  matahari-bulan, bumi-langit dan masih banyak lagi. Tentu tujuannya adalah untuk saling melengkapi. Coba aja kita bayangkan kalau di dunia ini laki-lakiii semua atau perempuaaan semuaa. Wahhh, pasti gersang deh bumi ini, tidak akan bisa melahirkan generasi selanjutnya. Atau coba kita bayangkan kalau tiap hari itu siaang terus 24 jam, gak pernah ada malam, atau sebaliknya. Ahh, pasti akan sangat membosankan. Setiap hari panaasss terus atau sebaliknya.

Seperti itu pula manusia, sudah menjadi kodratnya bahwa manusia itu diciptakan saling berpasang-pasangan supaya saling mengisi, saling bekerja sama dan saling menyempurnakan, seperti firman-Nya dalam Q.S. An Najm: 45

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.”

Temen2 pernah melihat atau mendengar orang yang membujang? tidak akan menikah selama hidupnya, seperti biksu, atau pendeta? Sy yakin 1000 % mereka hidupnya tidak akan tenang dan mengalami masalah, baik secara sosial maupun masalah individu. Mengapa??? Karena sudah menjadi fitrah-Nya yang namanya manusia itu harus punya pasangan, sebagai tempat menuangkan rasa cinta dan kasih sayang, serta menyalurkan hasrat biologisnya. Tinggal jalannya saja yang dipilih, mau asal-asalan, zina dan semacamnya atau dengan cara yang mulia dan bahkan sangat dianjurkan oleh agama karena bernilai ibadah yaitu menikah. hehehe

Ngomong-ngomong soal nikah, mau tidak mau kita harus ngomongin lagi soal jodoh. Seperti sudah sy bahas pada postingan sebelumnya, bahwa yang namanya rezeki, jodoh, maut itu sudah ada yang mengatur dan menjadi rahasia Allah SWT. Tugas kita adalah berikhtiar, dan mengusahakan dengan sebaik-baiknya. Bukan malas-malasan, santai-santai dan berharap sepanjang hari. Jodoh tidak akan mungkin dikirim dari langit datang sendiri  ke depan pintu rumah kita secara tiba-tiba. Ahh, itu mustahill !

Oke, lanjut lagi. Kita tau, menikah itu bukan cuma menyatukan 2 insan, tetapi juga menyatukan 2 karakter yang berbeda, menyatukan 2 sifat yang berbeda, dan tentunya menyatukan dua keluarga yang berbeda juga. Makanya harus disiapkan dan harus dipelajari ilmunya!

Rasulullah dalam haditsnya menerangkan bahwa orang yang menikah itu berarti telah menyempurnakan separuh dari agamanya. Artinya pahala dari amalan orang yang menikah itu 2 kali lipat daripada yang masih belum menikah. Ahh, udah enak, pahalanya double lagi ! Mauu??? Hehe

Dalam hadist yang lain Rasulullah juga menerangkan,

Wahai sekalian para pemuda! Siapa di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah….” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sangat-sangat jelas dan gamblangRasulullah memerintahkan kita, pemuda yang sudah mampu untuk menikah. Kalau kita telaah lagi kenapa haditsnya “Wahai sekalian para pemuda”,  kenapa bukan “Wahai orang-orang yang mampu/kaya”, atau “ Wahai orang-orang beriman/berilmu” atau yang lainnya.

Tentunya Rasulullah mempunyai maksud tertentu, pasti ada hikmah yang sangat besar sehingga menginstruksikan segenap pemuda dengan catatan yang “mampu” untuk menikah. Nah, pertama, kita terjemahkan pemuda itu dulu. Berapa  tahun ya normalnya orang dikatakan sebagai pemuda itu?? Pandangan umum, mungkin berkisar rentang umur 17-35 tahun sudah bisa dikatakan pemuda. Sangat relatif sepertinya. Tapi kalau usia 35 baru nikah. Ahh, umur segitu nampaknya gak muda lagi. Tull?? Hehe

Oya, untuk ukuran "mampu" nya seberapa ya??? Tentunya sudah harus bisa memberikan nafkah baik lahir maupun batin. Memberikan mahar dan tempat tinggal yang layak.
Kemudian pertanyaannya sekarang, mengapa Rasulullah memerintahkan pemuda untuk segera menikah.

Ini dia beberapa alasan yang sudah sy rangkum, keuntungan dari nikah muda:

1.    Menikah itu akan lebih menundukkan pandangan (matamu) dan lebih membentengi farji (mu)...  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2.    Menjaga akhak dan menjaga kehormatan.

3.    Menggenapkan separuh agama. Ladang pahala menjadi luas, amalan yang dikerjakan oleh orang yang sudah menikah 2 kali lipat dari yang belum menikah.

4.    Akan lebih terjaga dan terlindungi, menghindarkan diri dari fitnah dan menjauhkan diri dari dosa.

5.    Hati menjadi lebih tenang dan tenteram

6.    Pada umur 17-25, itu adalah masa-masa produktif. Di kalangan medis menyebutkan bahwa saat terbaik seseorang untuk bereproduksi adalah usia 20-an, dimana seorang ibu dalam kondisi prima. Sehingga kemungkinan melahirkan keturunan yang bagus, sehat,  dan cerdas sangatlah besar.

7.    Akan membawa keberkahan. Banyak percepatan-percepatan hidup dengan menikah, akan ditambah nikmatnya, ditambah rezekinya, hidup pun akan semakin bahagia.

8.    Mempunyai tempat untuk sharing dan berbagi dalam suka atau pun duka. Bisa saling menasehati, mengingatkan dan diskusi jika ada kesulitan atau masalah.

9.    Menjadikan pribadi yang lebih dewasa, dan lebih bertanggungjawab.

10.  Bisa saling bekerja sama dan melengkapi atas kelebihan dan kekurangan pasangan.

11.   Dan terakhir, tentu akan ada yang mengurus keperluan keseharian kita. Hehehe


Nahh, sekarang untuk kerugian atau resiko dari menikah muda apa aja ya?

1.    Usia muda (17-23) kebanyakan masih ababil, alias ABG yang masih labil dan belum matang benar. Akan susah jika pasangan masih mementingkan ego dan tidak dewasa, apalagi disertai gejolak emosi yang masih membara. Hal ini rawan akan menimbulkan konflik.

2.    Mempunyai beban dan tanggung jawab yang berbeda dari sebelumnya dan tentu lebih besar. Apalagi mensinergikan antara 2 karakter dan 2 keluarga juga tentunya bukan pekerjaan yang mudah.

3.    Menikah itu mengikat. Artinya tidak akan bisa bebas seperti waktu sebelum nikah. Mau jalan-jalan, nongkrong atau pergi ke mana gak bisa kalau sebebas dulu. Otomatis waktu kita  jadi berkurang.

4.    Apalagi kalau Allah  sudah mempercayakan momongan anak, pasti tantangan dan tanggung jawab akan lebih berat.

5.    Mungkin beberapa impian atau cita-cita harus di desaign ulang. Setelah menikah, kepentingan keluarga tentunya harus diutamakan.

6.    Menuju pernikahan pun sy rs akan banyak tantangan, mungkin pertama orang tua, kemudian culture dan masyarakat sekarang, menikah muda akan menjadi omongan, dan harus siap akan hal itu.



Sekarang tinggal kita yang menetapkan pilihan. Mau nikah muda, silakan. Banyak yang merekomendasikan dari pada galau pacaran.? 

Yang penting siapkan ilmu yang mumpuni untuk mengarungi bahtera hidup rumah tangga ke depan.  Ingat, badai kencang menanti di hadapan. Pastikan punya bekal dan pasangan hebat untuk berpegangan! :D

Atau mungkin mau kejar cita-cita dulu sambil menunggu usia matang, juga silakan. Semua ada konsekuensi yang harus kita ambil dan terutama komitmen harus dipegang. 

Yang penting kalau milih istri/suami harus se-iman. Dan kalau sudah ada calon, jangan sampai terlalu lama membujang! :D Hehehe

Cukup sekian.

Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan pertimbangan !
Salam

Sunday, October 28, 2012


Apa kabar sobat muda semua??? Hari ini tepat peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke 84. Gak nyangka ya, sudah hampir mau satu abad. Kalau di ukur dengan umur manusia. Harusnya sebuah bangsa yang sudah berumur matang seperti itu, idealnya sudah menikmati masa tua dan tinggal kongkow kongkow aja menikmati hasil pembangunan yang sudah digalakkan selama bertahun-tahun ini. Namun apakah realita yang terjadi sekarang?? Nampaknya seperti kata pepatah,  Jauh panggang dari pada api.” 

Apakah yang salah dengan bangsa ini???
Apakah manusianya? Apakah Sumber daya alamnya?Apa budaya bangsanya? Atau apakah bangsa ini sendiri  yang menginginkan seperti ini? Entahlah...

Padahal kalau kita tengok lagi, pertama manusianya dulu. Apa yang kurang dari manusia negeri ini? Dengan lebih 200 juta manusia dengan berbagai suku yang tersebar di berbagai tempat dengan segala kemampuan profesi dan kelebihan. Kita tau, diberbagai olimpiade internasional, mau olimpiade fisika, matematika, astronomi, dan masih banyak lagi bangsa ini hampir selalu mengirimkan wakil dan menjadi langganan emas. Apakah bangsa ini kurang cerdas. Ahh, saya rasa tidak! Bahkan ribuan bahkan jutaan sarjana, pasca sarjana, bahkan doktor,  sampai profesor yang ahli di berbagai bidang, arsitek, sipil, mesin, pertambangan, geologi, dan lainnya telah dilahirkan diberbagai universitas di dalam dan bahkan di luar negeri setiap tahunnya. Mustahil kalau mereka itu tidak cerdas dan tidak punya kemampuan!

Apakah yang salah dengan bangsa ini???

Sekarang kita coba tengok sumber daya alamnya. Siapa yang tidak tau dengan bangsa yang punya lebih dari 17 ribu pulau, yang merupakan jajaran kepulauan terbesar di dunia yang letaknya sangat strategis di persimpangan  dagang emas dunia. Dengan wilayah maritim juga terbesar di dunia, yang sebagian besar wilayah adalah lautan dengan berbagai kekayaan di bawahnya. Berbagai hasil perikanan dan terumbu karang yang katanya terbesar (20%) populasi dunia terdapat di sini. Memiliki hutan bakau yang terbesar di dunia. Belum lagi daratan yang menyimpan berbagai mineral, bahan tambang, logam mulia yang bernilai tak terhingga. Negara penghasil timah terbesar di dunia. Penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Memiliki salah satu tambang emas terbesar di dunia. Dan masih banyak hasil tambang yang dihasilkan dari dalam bumi yang dimiliki bangsa ini. Mempunyai wilayah hutan terluas dan terbesar dan merupakan paru-paru dunia. Memiliki taman nasional terluas di dunia. Potensi kayu, perkebunan, dengan berbagai macam flora dan fauna di dalamnya. Negara pengasil pala dan cengkeh terbesar yang sangat terkenal di dunia sehingga sangat diburu oleh penjajah dulunya. Penghasil karet terbesar kedua di dunia. Pengekspor kayu lapis terbesar di dunia. Penghasil sawit terbesar dan ahhhh masih banyaaak lagi hasil sumber daya alam dari permukaan maupun di dalam bumi bangsa ini.

Apakah negeri ini kekurangan sumber daya. Ahh, sy rasa tidak! Negeri ini bahkan sangat sangat kaya akan sumber daya alam.

Apakah yang salah dengan bangsa ini??

Kita tengok lagi budaya dan manusia. Bangsa yang punya suku terbanyak di dunia dengan lebih dari seribu suku bangsa. tiap suku memiliki bahasa, adat istiadat, dan budaya memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri. Masyarakat bangsa ini pun dikenal sebagai bangsa yang dikenal sangat ramah, dengan menjunjung prinsip kebersaman, gotong royong yang menjadi sebuah tradisi yang sampai sekarang masih terjaga. Menghormati perbedaan, pluralisme. Dan sangat rukun berdemokrasi, dengan 5 agama besar dan berbagai aliran kepercayaan yang tak terhitung jumlahnya.

Bangsa yang juga merupakan negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi penduduk muslim 88%  dari penduduknya. Negara dengan asal jamaah haji juga terbesar dan terbanyak di dunia.

Apa yang kurang dari bangsa inii???

Melihat berbagai fakta-fakta seperti di atas yang tak terbantahkan, harusnya dan sudah semestinyalah bangsa ini menjadi negara yang sangat-sangat maju, sangat makmur dan menjadi negara adidaya di dunia.

Lalu apakah yang terjadi sekarang ini???

Apakah yang salah dari bangsa inii???

Sedikit beralih dan coba kita tengok negara yang tidak usah jauh-jauh, negara yang luas wilayahnya tidak ada apa-apannya dengan negara ini. Negara yang dulunya masuk kedalam wilayah nusantara yaitu di bawah kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Negara yang kemerdekaanya juga diberi oleh kerajaan Inggris dan  menjadi  negara persemakmurannya. Apabila dibandingkan sungguh kekayaan alam dan potensi yang ada sangat-sangat jauh dari bangsa ini, seujung kuku pun tidak ada, karena memang gak bisa dibandingkan karena jauhnya. Namun hanya dengan mengandalakan satu potensi yang dia punya, dengan manajemen yang bagus, dan dia sadari itu, dengan visi master plan  yang telah di canangkan oleh pendirinya dengan sangat-sangat matang. Negara kecil yang menjadikan pelabuhan sebagi tulang  punggungnya ini pun menjelma sebagai negara  yang sangat sangat maju. Berada di palang pintu masuk perdagangan dari  Eropa dan Afrika menuju Asia, dan China mau tidak mau harus singgah di negara kecil ini.

Negara yang luasnya tidak lebih luas dari pulau bali ini bisa mengatur harga perdagangan dunia. menjadi tempat transit para pelaku bisnis dunia, sebagai pusat bisnis internasional dan pelabuhan bebas yang sangat komersial dan menjadi pelabuhan paling sibuk di dunia. Iya, Singapura, negara yang sekarang kita kenal sangat maju, sangat makmur, teratur, bersih, bisa dibilang mendekati sempurna.

Apakah kita akan menjadi penonton dari kesuksesan   negara lain dan kita cuma bisa bilang, Wou hebat!!!” . Apakah kita mau terus seperti ini??? Kita mengaku sebagai pemuda bangsa ini bukan??? Bukan kah “ Cerminan majunya suatu negara itu tergantung pemudanya.”
Ahh, jangnkan memikirkan bangsa, memikirkan diri sendiri saja masih berat!
Hoouhhhhhh....

Padahal kalau kita belajar dari negara Singapura yang telah diutarakan tadi diatas. Kemajuan suatu bangsa itu tergantung dari bangsa itu sendiri. Bukan karena mampu atau tidak? Tetapi mau atau tidak untuk maju?

Apa itu bangsa? Masyarakat yang tinggal di suatu negara itu bangsa. Nah apa itu masyarakat? Setiap orang yang tinggal dan bersosialisasi di dalam suatu wilayah itu. Nah, kita tinggal ia, bersosialisasi  ia, berorganisasi ia, nah makanya kita tidak lain dan tidak bukan merupakan bagian dari bangsa ini dan ikut berkontribusi secara langsung terhadap bangsa ini. Dengan kata lain, kemajuan bangsa ini tergantung dari kita, pemuda. Mau kemana negara ini mau di bawa tergantung kita. Belajar dari kesuksesan negara tetangga, ternyata bukan banyaknya potensi atau kelebihan kuncinya. Tetapi adalah manajemen bagaimana mengolah dan memanage kelebihan yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan kemampuan leadhership, entrepreneurship, management dan pandangan hidup yang visioner jauh ke depan. 

Bukan tidak mungkin dan saya percaya bangsa dan negara ini akan menjadi super power kekuatan dunia kalau kita bisa benahi dari sekarang.
Sekarang kita lihat negara yang perekonomiannya  tumbuh sangat pesat. China, gak bisa di sangkal lagi produknya sampai mendunia, India juga, dan setelah itu negara kita ternyata menempati urutan ketiga.

Kalau mulai hari ini kita pemuda bisa menjadi inspirator bagi orang-orang sekitar kita, minimal keluarga dan sekeliling di mana kita berada, entah itu kantor, tempat kuliah, dan di mana pun. Kita bisa menularkan semangat juang perubahan untuk lebih baik, bukan tidak mungkin, apabila kita semua seperti itu akan membawa dampak perubahan yang luar biasa bagi bangsa kita.

Mulailah dari sekarang, kalau jadi pelajar belajarlah sungguh-sungguh!, kalau jadi pekerja jadilah pekerja yang berdaya maju! Mari semangat berkarya untuk kemajuan bangsa! Jangan hanya jadi pengeluh dan penonton yang hanya bisa melongo melihat kesuksesan orang lain!
Insyaallah perubahan menuju kehidupan yang gemilang ada di depan mata kita!!

Semangat jiwa muda!
Salam!

Labels

 

My Friends

My Twitter