Social Icons

Pages

Saturday, October 27, 2012

Create New Habits !

Apakah kebiasaan temen-temen sesaat setelah bangun tidur?
Jawabannya mungkin bisa macam-macam, bisa baca doa dulu, atau kucek-kecek mata, atau mungkin cuci muka, atau ngaca dulu, atau mungkin benahin tempat tidur, atau ke kamar mandi, atau mungkin juga bangun sebentar liat jam truss tarik selimut tidur lagi !
*adayangkesinggungnih hehe

Apapun jawabannya saya yakin setiap orang berbeda, karena setiap orang itu unik dan punya kebiasaan berbeda-beda satu sama lain. Itu baru kebiasaan sesaat setelah bangun tidur, apalagi aktivitas dari mulai bangun tidur  sampai tidur lagi. Di dunia ini tidak akan ada 2 orang yang mempunyai kebiasaan yang sama mau dia suami istri, saudara kandung atau bahkan saudara kembar sekalipun. Mau kembar siam, kembar dempet, sampai kembar identik, yang ibarat kata orang bagai pinang dibelah duren #ehhdibelahdua tetep aja punya kebiasaan yang berbeda. Hehe

Ngomong-ngomong, pernah lihat  pemain sepak bola terbaik saat ini, Lionel Messi yang sangat jago menggocek bola. Bisa nggak ya kita seperti itu??? Atau  orator ulung yang mampu membakar semangat kita menjadi ber-api2 dengan kata-kata yang dirangkainya dan kita cuma bisa tertegun, melongo dan takjub saat dia bicara.  Atau waktu liat pesulap yang tiba-tiba bisa ngilangin orang atau benda dihadapan kita, trus kitanya cuma bisa bilang “Wouw !, Mustahil!”,  “Gilaa benerrr!, kok bisa gitu!”,  benar-benar di  luar ekspektasi kita. Atau yang paling deket, temen kita yang jago ngomong english tanpa jeda titik koma, sedangkan kita masih mengeja kaya anak TK. Atau ada anak belum genap 10 tahun sudah hafidz Quran, sedangkan kita hafalin 1 juz aja susahnya setengah mati. Apakah orang-orang hebat diatas diberi bakat khusus oleh Allah swt atau mungkin bakat turunan, atau faktor genetik yang diwariskan dari orang tuanya?
Apakah rahasianyaa????

Nihhh, sy kasih bocoraannn jawaban. Kegiatan yang secara otomatis dan tanpa disadari kita lakukan setiap hari dan menjadi kebiasaan. Bisa mendorong kita untuk maju dengan sangat pesat atau juga bisa menjatuhkan kita ke jurang yang sangat dalam. Ia bisa juga dikatakan sebagai kunci orang-orang hebat dan juga bisa jadi penyebab orang-orang gagal. Bisa juga menjadi kekuatan yang sangat besar, yang bisa mengantarkan kita ke pintu kesuksesan dan bisa juga mengantarkan kita menuju keterpurukan. Ia sangat bisa diarahkan, hanya perlu komitmen dan ketegasan.
Sudah bisa ditebakk, ia tidak lain dan tidak bukan adalah “ HABITS” atau kebiasaan kita .

Dalam salah satu buku favorit sy “How to Master Your Habits”, tulisan seorang ustadz muda yang juga seorang muallaf, Felix Siauw diterangkan :

“Habits merupakan hasil dari pada pengulangan suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Semakin banyak satu aktivitas di ulang dalam jangka waktu yang lama, maka habits akan semakin kuat. Dan faktor yang menentukan kita akan memiliki habits hanya 2 hal, yaitu practice  (latihan) dan repetition (pengulangan)”

Jadi terjawab sudah, kenapa orang-orang hebat di atas bisa seperti itu. Karena mereka memang memilih untuk itu, mereka melatih habits (kebiasaan) mereka secara terus menerus dan berulang kali, mungkin bisa ribuan bahkan ratusan ribu pengulangan tanpa kita ketahui sehingga punya keahlian seperti sekarang.

Kebanyakan dari kita melihat orang hebat hanya di permukaannya saja, tidak melihat sisi bawah permukaannya. Jadi terkesan mereka ajaib, hebat, mereka profesional dan berbakat, mustahil kita seperti mereka. Padahal apabila kita juga melakukan hal yang sama seperti mereka lakukan, kita juga bisa seperti mereka. Dengan catatan dengan pelatihan dan repetisi minimal juga sama dengan yang mereka kerjakan!

Dalam buku yang sama Ust Felix Siauw membuat suatu perumpamaan,

“Seperti yang kita kenal dalam Hukum Keseimbangan Akar-Daun, bahwa ada hubungan erat antara pertumbuhan tajuk daun yang ada di permukaan tanah dengan pertumbuhan akar di bawah tanah. Sama juga habits, banyaknya “tajuk” daun di permukaan yang kita lihat pada diri seseorang menggambarkan dengan jelas seberapa “akar” yang berada dibawah permukaan tanah.”

Artinya semakin banyak latihan dan repetisi yang dilakukan, ibarat pohon yang punya banyak akar yang semakin panjang untuk menyerap unsur hawa tanaman. Maka tajuk daun yang tumbuh juga akan semakin banyak dan seterusnya tanpa putus, terus menerus berkembang dan besar apabila terus dijaga dengan baik.

Nah sekarang, permasalahannnya apakah kebiasaan yang kita lakukan sekarang sudah mencerminkan apa yang kita inginkan pada masa depan kita nanti??? Terserah kita sih sebenarnya, karena semua tergantung kita. Mau gagal atau sukses? Mau jadi orang rata-rata atau jadi luar biasa? Mau jadi yang biasa-biasa saja atau yang istimewa??? *pilihsendiri

Hati-hati lhoh, kebanyakan orang mempunyai kebiasaan yang tanpa dia sadari membawa pengaruh negatif dalam hidupnya. Contohnya aja, yang sering banget kita lakukan, oh yang sy lakukan aja deh. Suka menunda-nunda, suka tidur lagi habis sholat subuh, atau langsung tidur habis makan, malas-malasan, begadang sampai tengah malam, berjam-jam depan laptop untuk online gak jelas, hayooo.....*tersinggunglagideh,  jadi bangun telat, dan masih banyak lagi.

Dan kita sebenarnya tau kebiasaan kita itu tidak baik, namun tetap saja kita lakukan. Mungkin karena sudah bertahun-tahun kita seperti itu jadi susah sekali kita hilangkan. Kalau habits kita banyak negatifnya tentu otomatis akan mendatangkan hal-hal negatif yang datang ke kita. Kannn? Baik itu masalah kesehatan, sosial, kecerdasan, pola pikir, dsb.

Apakah habits negatif ini bisa dirubah???? Jawabannya tentu adalah pasti bisa!!!

Bagaimana caranya??? Pertama, kita harus mampu mengendalikan habits kita. Kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk itu, maka kita akan seperti robot, yang dikendalikan oleh habits kita sendiri. Dengan mengendalikan habits berarti kita bisa memilah dan memilih habits mana yang akan kita pertahankan atau kita tinggalkan, habits mana yang akan kita bentuk dan kita tingkatkan. Kita yang memegang kendali penuh dan bukan dikendalikan.

Makanya kalau mau hidup kita berubah, kita bisa memanipulasi habits kita mengarah ke hal-hal yang positif. Seperti yang tadi diterangkan di atas yang diperlukan untuk membentuk habits hanyalah ada 2 yaitu sekali lagi practice (pelatihan) dan repetition (pengulangan), serta  komitmen dan ketegasan tentunya. 

Contohnya aja yang mau merutinkan amalan seperti dhuha, sedekah, tahajud, atau amalan apapun. Yah lakukan aja, tanpa perlu banyak mikir. Kata ustadz felix dalam bukunya. Tanpa peduli kita lagi sesibuk apa sesempit apa ya meskipun awalnya berat, pokoknya lakukan! Nah, biar gak terasa berat dan bisa konsisten kita tentunya  harus punya motivasi untuk itu. Gimana caranya??? 

Kita harus bisa menjawab pertanyaan Why dan What mengenai aktivitas yang akan kita lakukan. Maksudnya??? Buatlah alasan kuat kenapa sy harus mengerjakan ini dan apa sebenarnya yang sy inginkan! Semakin jelas dan kuat alasannya semakin bagus dan besar tenaga pendorongnya.

Hal itu berlaku untuk banyak hal, apa pun keahlian atau habits yang hendak kita latih.

Nahh untuk menjadi habits baru perlu waktu berapa lama??? Tergantung niat dan keseriusan kita tentunya !!! Minimal itu 30 hari tanpa putus. Contoh aja, kalau mau buat habits menulis, ya rutinkan setiap hari nulis tanpa putus, 30 hari. Seperti yang sedang saya usahakan ni. Hehe.  Saya berkomitmen untuk “Learn n share, one day  one paper”, Mau kondisi apapun, mau di baca,  di apreciate atau nggak, yang penting nulis tulisan yang bermanfaat. Awalnya memang harus dipaksakan! nanti akan terbiasa. Ya seperti itulah, berlaku untuk semua habits yang akan kita bentuk. Insyaallah sampe 30 hari akan terbentuk habits baru. Dan tinggal diteruskan dan lama-lama akan terotomatisasai dalam pikiran bawah sadar kita setiap hari tanpa kita pikirkan. 

Logikanya itu seperti waktu bulan ramadhan, kita digembleng 30 hari untuk menahan lapar, hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari yang menguji ketaatan kita. Awalnya memang berat, tapi lama kelamaan akan biasa dan terbentuklah habits baru kita.
Semakin banyak pengulangan dan pelatihan yang dilakukan tentu juga akan semakin bagus dan terasah tentunya.

Makanya sekarang tinggal kita yang memilih, mau menjadi seperti apa? Tergantung kita. Dan yang terakhir, intinya perbaikan diri itu harus kita paksakan setiap saat, biar jadi kebiasaan, membentuk karekter diri dan menjadikan kepribadian kita menjadi lebih berharga dihadapan Allah SWT.

Create New Habits !

Semoga bermanfaat,
Salam



Inspired by Ust Felix Siauw “ How to Master Your Habits”

Labels

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

My Friends

My Twitter