Social Icons

Pages

Featured Posts

Wednesday, May 22, 2013


1. Bismillah, mau sharing. Rumus mencari calon pasangan hidup (istri/ suami). Direkomendasikan buat para jomblowan/wati yg berniat mencari belahan jiwanya :D

2. Kenali rumusnya baek-baek. Rumusnya adalah Agama dibagi Ilmu = Yang mendekati satu + C (Konstanta). Apa maksudnya?

3. Seperti yang diajarkan dalam agama, liatlah yang pertama agamanya. Selidiki dan  berilah penilaian akan agama dan keilmuannya.

4.  Yang bagus itu adalah jika pembagian antara nilai agama dan ilmunya adalah yang paling mendekati 1 (satu) . Kenapa bisa begitu??

5. Kalau hanya amalan agamanya bagus tapi ilmunya kurang ini namanya bahaya

6. Kalau hanya berilmu tetapi pengamalan agamanya kurang ini namanya celaka

7. Kemudian jangan lupa ditambah dengan C (konstanta).  C ini adalah kemampuan untuk mau tumbuh dan belajar :)

8. Semakin besar nilai konstanta maka akan semakin baik nilainya yang akan menambahkan nilai utama yang tadi.

9. Jangan pula berharap untuk dapat yang sempurna (1). Ingat baek- baek, tidak ada manusia yang sempurna dan tanpa cela. 

10. Untuk itu, carilah seorang yang mau belajar. Yang bisa saling mengisi kekurangan dan yang mau  terus bertumbuh untuk saling menyempurnakan

11. Lalu apakah boleh jika menilai calon dengan kriteria kecantikan/ ketampanan, kekakayaan, atau keturunannya?

12. Of course.. Ini sah-sah saja. Tidak ada yang  melarang. Tetapi ketiga poin ini adalah bonus, bukan dijadikan sebagai kriteria utama.

13.Kenapa tidak boleh menjadikan  fisik, harta, dan keturunan ini sebagai kriteria utama?

14. Karena jikalau hanya menjadikan fisik sebagai tolak ukur, maka dapat dipastikan 1-2 minggu setelah menikah rumput tetangga lebih hijau. Hehehe

15. Jikalau menjadikan harta sebagai tolak ukur, maka bukannya kekayaan tetapi kemiskinan yang kau dapat. Mencerminkan jiwanya yg  miskin.

16. Jikalau menjadikan nasab sebagai tolak ukur ni kita seperti orang arab jahiliah. Yang dilihat keturunan/nasabnya saja.

17. Jadikan agama sebagai tolak ukur utama, maka niscaya kamu akan beruntung seperti yang dijanjikan oleh Rasulullah. Sekian.

Sunday, May 12, 2013


1.Bismillah, mau sharing. Langkah menggapai rumah tangga sukses, sejahtera di dunia dan akhirat, rumah tangga surga bersama Ar-Rahman

2.Jadi terinspirasi, habis baca buku “Kupinang Engkau dengan Ar Rahman” karya mas Rudiyanto SW Al-Kedokany

3.Recomended buat yang merencanakan pernikahan. Penulis mengupas detail bgtt alasan, prosesi, keutamaan knp memilih hafalan surat Ar Rahman sebagai mahar 

4.Rasulullah bersabda ”Wanita paling mulia diantara umatku adalah wanita yang memiliki kecantikan prima (shalihah) dan yang mudah maharnya”

5.Menurut  Imam Ibnu Qayyim, “Jika seorang wanita ridha dg (mahar) ilmu  agama atau masuknya suami ke dalam islam atau bacaan Al Qurannya, maka hal itu merupakan yg paling baik serta mahar yang paling bermanfaat”

6.Apa makna dari mahar Ar Rahman? Adlh bukti kebenaran cinta kasih Ar Rahman, Tuhan Yang Maha Pengasih yg diberikan kpd mempelai laki-laki dan perempuan dalam ikatan yang sah

7.Mengapa Ar-Rahman? "Segala sesuatu memiliki pengantinnya, dan pengantin Al Quran adalah surat Ar Rahman" (Rasulullah)

8.Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman (merenungi dan metadabburinya), Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang dikaruniakan kepada-Nya."

9.“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan??? Maha agung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia” (Ar-Rahman:77-78)

10.Memberikan mahar Ar Rahman adalah sama halnya dengan meneladani para kekasih Allah yg jg memberikan mahar Ar Rahman (dr segi makna ataupun bahasa)

11.Nabi Adam menikahi Hawa dengan mahar Ar-Rahman, pembacaan shalawat kepada manusia terbaik kekasih Allah, Rasulullah Muhammad SAW

12.Rasulullah memberikan mahar terbaik kepada wanita terbaik, Khadijah berupa Ar Rahman berupa cinta dan kasih sayang karena Allah semata

13.Ali bin Abi Thalib memberi mahar kpd Fathimah, putri Rasulullah dg Ar-Rahman berupa Syafaat Rasulullah kpd seluruh umatnya

14.Ummu Sulaim, sahabat wanita yg begitu mencintai Rasulullah memilih mahar Ar-Rahman, berupa keIslaman dari Abu Thalhah

15.Nabi pun pernah menikahkan sahabatnya dengan seorang wanita yang menawarkan diri kepadanya dengan hafalan Quran yang dia hafal

16. Dan saya pun jadi terinsipirasi ingin menghadiahkan hadiah mahar pernikahan terbaik berupa  Ar Rahman. :D

17. Apa sudah cukup keluarga yang berdasar pada Ar-Rahman? Wah belum cukuppp..  Ada 7 langkah menciptkan rumah tangga surga bersama Ar-Rahman

18. Pertama, Terangilah dan tenangkanlah rumah tanggamu dg berdzikir kpd Ar Rahman sebannyak-banyaknya dan istiqomah

19.Kedua. Hiasilah rumah tanggamu dg pengkhidmatan krn Ar Rahman

20. Ketiga.Jadikanlah dirimu sbg pekerja Ar Rahman, istrimu sebagai bidadarimu dan rumahmu sebagi surgamu

21. Keempat. Jauhkanlah rumah tanggamu dari makanan haram

22. Kelima.Indahkanlah rumah tanggamu dg bacaan Al Quran

23. Keenam. Muliakanlah rumah tanggamu dg shalat malam

24. Ketujuh. Rawatlah rumah tanggamu dg cinta, kasih sayang dan saling pengertian karena Ar Rahman

Monday, April 15, 2013



Semenjak diskusi malam  itu, rasanya diri ini harus semakin banyak lagi istikharah, mendekat erat ke Rabb Yang Menakdirkan dan Yang Maha Mengetahui Kebaikan bagi setiap hamba-Nya,  meminta petunjuk dengan banyak-banyak berdoa, untuk mendapatkan mana yang terbaik.

Sebuah  tugas berat dan  juga terpenting sebagai seorang lelaki. Sebuah pilihan sulit yang tidak bisa diputuskan sambil lalu. Tidak bisa di ulang dan hanya boleh sekali seumur hidup. Jangan sampai salah  memilih karena ketika sudah memilih maka keputusan ini akan berlaku selamanya. Bahkan tidak hanya didunia tetapi juga akan dimintai pertangggung jawabannya nanti di kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat.

Apa ituu....??? Iya, tugas itu adalah ketika harus memilih istri dan sekaligus  memilihkan calon  ibu buat anak-anak nanti :)

Sidang pembaca sekalian bisa mengira-ngira arah tulisan ini akan berlanjut...???

Maaf  ya buat para kaum hawa sekalian. Sudah menjadi fitrahnya kaum lelaki itu adalah membanding-bandingkan di antara satu calon dengan yang lain. Tidak puas hanya dengan yang satu, tetapi  biasanya ada beberapa alternatif pilihan lain. Ya meskipun ada juga beberapa yang fokus pada satu pilihan, tetapi kebanyakan juga memiliki beberapa pilihan meskipun tetap memiliki kecondongan ke yang satu. Dengan si A atau si B? Menimbang-nimbang positif negatifnya, kebermanfaatan dan kebaikannya untuk kehidupannya kelak..

“Laki-laki itu punya hak untuk memilih dan wanita juga punya hak untuk menolak”.

Jadi buat kaum hawa jadikanlah dirimu layak untuk dipilih. Dan untuk kaum lelaki dewasalah ketika memilih. Jangan egois dalam memilih pasangan. Karena ada hak untuk calon anak-anakmu kelak yaitu berhak mendapatkan seorang imam dan ibu yang terbaik.

Ada orang bijak pernah berkata,

 “Jika seorang pria itu dipilih karena kedewasaannya maka seorang wanita dipilih karena kesiapannya.”

Terlepas dari itu, sebagai seorang muslim tentunya ada yang harus dijadikan pegangan yaitu sebaik-baik tuntunan Rasulullah SAW, bahwa dalam memilih pasangan  yang perlu utamakan adalah agamanya, supaya kamu jadi orang yang beruntung.

“Wanita itu dinikahi karena 4 hal, karena kecantikannya, karena hartanya, karena nasabnya, dan karena agamanya. Maka pilihlah alasan menikahinya karena agamanya supaya kamu beruntung.

Dalam sebuah buku psikologi yang pernah saya baca menyebutkan bahwa, laki-laki dan wanita itu sangat berbeda. Lelaki itu berpikir dengan mengedepankan logika sedangkan wanita lebih ke emosi. Lelaki itu butuh pertimbangan dari banyak hal dan tidak cukup sebentar dalam memutuskan sesuatu. Iya, memang butuh waktu lama, tetapi tatkala ia sudah mendapatkan  sebuah keyakinan itu, tidak akan ada yang akan menghentikannya. Biarpun harus mendaki gunung tertinggi atau menyelami laut terdalam sekalipun semua akan ia lewati. #halahh.

Lalu bagaimana dengan wanita? kalau wanita kemungkinan ia lebih emosional atau mengedepankan emosi. Ia akan memutuskan sesuatu sesuai apa yang ia rasakan saat itu. Jadi seringkali wanita itu gampang banget dibikin emosinya naik dan turun. Gampang bahagia tetapi juga sekaligus gampang nangis. Betul nggak sih??? karena itu lah Allah menciptakan manusia saling berpasang-pasangan karena secara fitrah keduanya saling membutuhkan. Dan Allah juga telah menjadikan laki-laki adalah sebagai imam (pemimpin) bagi kaum wanita karena telah Allah lebihkan sebagian mereka (laki-laki) diantara sebagian yang lain (kaum wanita). ( An-Nisa:34)

Kembali lagi lagi ke topik. Selain aspek agama, visi hidup dan kecocokan hati, ada hal yang lain yang tidak kalah penting ketika dalam memilih pasangan, hal itu adalah ridho orang tua. Setelah menemukan seseorang yang dirasa cocok maka tugas selanjutnya adalah meminta keridhoan orang tua. Karena menikah tidak cukup hanya menyatukan dua insan tetapi juga menyatukan dua keluarga. 

Seandainya dalam proses pranikah saja tidak klop maka jangan sampai untuk dipaksakan. Karena badai setelah pernikahan jauh lebih dahsyat ketimbang proses pranikah. untuk itu harus sedia ilmu dan kesiapan untuk menghadapinya. Belajarlah jadi pasangan yang bisa dijadiakan tempat berpegangan antara satu dengan yang lainnya.

Ada beberapa tipe orang tua dalam memperlakukan anaknya. Ada yang menyerahkan semua keputusan kepada sang anak. Ada juga yang mungkin memiliki kriteria yang diinginkan oleh orang tua terhadap sang calon. Tentunya ini sah-sah saja, tidak ada larangan untuk itu.

Ketika mendapati orang tua dengan tipe yang pertama tentunya ini keberuntungan karena tidak ada halangan lagi rasanya untuk segera melangsungkan pernikahan. Ada 3 hal yang harus  disegerakan dan nggak boleh ditunda-tunda kata Rasul, yaitu membayar hutang, mengebumikan jenazah, dan satu lagi adalah menikah. Kalau 3 hal ini tidak segera dilakukan, maka akan ada mudhorot yang ditimbulkan.

Lalu bagaimana jika mendapati orang tua kita adalah tipe yang kedua? Ini bukan pula keberuntungan tetapi juga bukan sebuah kerugian, kita hanya perlu usaha yang lebih dari biasa. Karena sebenarnya semua orang tua pada prinsipnya sama, hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Kalau orang tua menghendaki kriteria sang calon semisal harus yang satu suku, satu etnis, atau satu lingkungan yang dekat misalnya. Maka sepatutnya kita menghargainya. Meskipun tidak ada dalam agama ajaran seperti itu, tetapi berhubung orang tua yang menyampaikan haruslah di hormati. Jangan menolak tetapi jangan juga mengiyakan.  

Jangan sampai memaksakan kehendak, karena ketika orang tua tidak ridho dan kita tetap memaksakan diri, berhati-hatilah karena tidak ada sesuatu akan menjadi baik dan berkah jika orang tua tidak merihoi.

Ridhaallah biridhal walidain.” Ridha Allah SWT tergantung ridho orang tua.

Semua perlu proses,  tatkala ada masalah dalam perjalanan menuju pernikahan itu adalah hal yang wajar. Yakinlah setiap masalah yang datang akan membuat kita menjadi lebih kuat dan dewasa. Semoga Allah SWT meringankan langkah kaki kita menuju dalam kebaikan.   

Menutup tulisan kali ini ijinkan saya mengutip 2 nasehat bijak bagi pembaca yang tengah dalam penantian.

"Yakinlah engkau wahai lelaki, Palaut yang handal tidak akan dihasilkan dari laut yang tenang. Ketika Allah memberimu masalah bertubi-tubi, sesungguhnya Dia bermaksud untuk menguatkanmu menjadi seorang imam (pemimpin) yang tahan uji."

"Begitupun engkau wanita. Yakinlah, ketika Allah memberimu airmata selama penantian, sesungguhnya Dia sedang mempersiapkanmu menjadi seorang istri yang lebih tangguh dalam menghadapi cobaan."

Sekian.

Sunday, April 14, 2013

Filosofi Cermin

Mau share filosofi menarik tentang “cermin". Rasulullah pernah berkata, ” Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.... “

Tatkala kita bercermin dan menemui sesuatu yang tidak kita sukai. Apakah yang akan kita lakukan? Merubah cermin???

Ternyata hal  terbaik yang dilakukan apabila melihat suatu kotoran pada cermin adalah merubah diri bukan merubah cermin.

Begitupun dengan saudara kita sesama  mukmin. Apabila kita melihat ada kebaikan atau pun kejelekan yang tidak kita sukai. Maka perhatikanlah diri kita.

Perlakukanlah saudara kita sebagai cermin diri. Jika yang kita lihat adalah akhlak mulia pada saudara kita, maka sepatutnyalah kita meneladaninya.

Jika yang kita lihat adalah aib dan keburukannya, maka  sudah sepatutnya kita untuk koreksi diri.

Karena lingkungan disekitar kita merepresentasikan seperti apa diri kita.

Begitu pun berlaku dengan partner, sahabat, atau pasangan. Ketika kita melihat ada keburukan padanya, mungkin seperti itu juga diri kita.

Maka tidak perlu untuk mengolok-olok, mencemooh,  apalagi sampai menyalahkannya.

Karena itu sama halnya dengan kita mengata-ngatai bayangan cermin kita sendiri.

Tidak akan mungkin menuntut bayangan untuk berubah cermin tapi kita sendiri tidak berubah.

Maka ketika ingin lingkungan, partner, jodoh, sahabat yang baik, tidak ada jalan lain selain diri kita menjadi baik  :)

Wednesday, April 10, 2013

Kerikil Kecil



Jangan menganggap remeh kebiasaan-kebiasaan kecil, karena bangunan yang paling kokoh sekalipun tersusun dari semen dan kerikil.

Hal besar selalu dimulai dari hal yang kecil-kecil.

Jangan harap bisa melakukan perubahan yang besar kalau masih menyepelekan hal-hal kecil.

Seringkali kita harus diberi peringatan keras dulu baru kemudian kita tersadar

Setelah kita ditimpa bencana besar,  kita baru sibuk mempersiapkan  diri.

Ketika kesehatan sudah memberikan alarm gawat, kita baru sadar ternyata pola makan kita salah.

Ketika kita sudah jatuh sakit barulah memikirkan buruknya kebiasaan hidup kita.

Setiap kebiasaan selalu membawa kensekuensi, bisa positif atau bisa juga negatif.

Waspadailah apa yang sering kita lakukan apakah positif atau negatif.

Dari hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang!

Selalu tanyakan ke hati nurani karena hati nurani akan menunjukkan kepada kebenaran.

Apakah ini baik untuk saya?

Apakah ini baik untuk masa depan saya? agama saya? keluarga saya? Anak-anak saya? Lingkungan sekitar saya? 

Carilah jawaban dari setiap pertanyaan dan biarkan hati nurani kita yang menjawabnya

Tidak ada kata terlambat untuk perubahan yang lebih baik.

Sudahkah kita memastikan hidup kita berjalan ke arah yang lebih baik?

Sunday, April 7, 2013


Semakin besar yang kita inginkan, maka semakin besar pula pengorbanannya 

Tidak ada keberhasilan atau kesuksesan dengan persiapan yang  sekedarnya

Keinginan besar sudah semestinya diiringi dengan persiapan, investasi, dan pengorbanan yang besar dibandingkan yang lainnya

Bagaimana cara menginginkan sesuatu yang belum pernah kita dapatkan adalah dengan menggunakan cara-cara  yg belum pernah kita lakukan.

Bagaimana cara  mendapatkan hasil diatas orang rata-rata adalah  membangun kebiasaan diluar orang  kebanyakan.

Mau pilih jalan mudah atau jalan yang tidak mudah? Pilih jalan yang mudah jika ingin seperti orang kebanyakan.

Dan hanya orang istimewa yang berani mengambil jalan yang tidak mudah.

Karena cara yang tidak tidak mudah itu banyak godaaan, butuh pengorbanan dan perlu waktu yang tidak sebentar, sehingga hanya sedikit orang yang mau melakukannya

Ingat, "Hasil yang didapat sepadan dan sesuai dengan yang dikeluarkan." 

Semua berlangsung sesuai hukum alam yang telah ditetapkan-Nya.

Hanya orang-orang istimewa yang memilih mengerjakan sesuatu diluar kebiasaan yang akan memperoleh hasil yang  tidak pernah orang lain dapatkan

Hanya orang-orang luar biasa yang berani berkorban lebih banyak yang akan meraih prestasi diatas orang kebanyakan

Sekarang pertanyaannya,  mau jadi yang biasa atau  istimewa?

Sunday, March 3, 2013

#WaitAMinute

Ada pepatah arab mengatakan “Man Shabara Zhafira”, Bersabarlah  maka kamu akan beruntung  #WaitAMinute  

Bertahanlah sampai saat terakhir, karena biasanya saat-saat terjepit itulah  miracle atau  keajaiban  akan terjadi #WaitAMinute  


Allah seringkali memberikan kejutan yg tidak terbayangkan sebelumnya saat detik perjuangan terakhir dimana kita merasa sudah tidak akan sanggup  #WaitAMinute 


Tuntaskan  kesulitan demi kesuliatan yang datang karena kemudahan yang dijanjikan pasti akan datang #WaitAMinute 

Berprasangkalah baik kepada-Nya. Bekerjalah sekeras-kerasnya. Berdoa sekuat-kuatnya dan bersabarlah dengan segala keputusan-Nya  #WaitAMinute
    
Usahakan apapun dengan sebaik-baik kemampuan yang kita bisa. Kemudian  pasrahkanlah semua kepada-Nya karena cuma Dia sebaik-baik pemberi keputusan  #WaitAMinute  
  
Disaat orang-orang kehilangan harapan. Tetaplah yakin, karena disanalah  sesungguhnya letak ujian keimanan #WaitAMinute  

Disaat kita menunggu harapan yang tak kunjung datang, tetaplah optimis. Sesungguhnya Dia hendak menguji  seberapa kuat nilai keyakinan kita #WaitAMinute  

Disaat istikharah kita belum juga memberikan  jawaban, teruslah bersabar. Sesungguhnya Dia Maha tepat waktu memberikan apa-apa yang kita butuhkan #WaitAMinute  

Teruslah ikhitiar dan tawakkal Tidak ada yang sia-sia. Dibalik semua kejadian pasti ada pelajaran dan hikmahnya #WaitAMinute  

Mungkin kenapa Dia tidak kunjung memberikannya karena Dia anggap kita belum pantas, atau  mungkin juga hal itu bukanlah  yang terbaik bagi kita #WaitAMinute  

Tidak usah ke GR-an apa yang kita ingin belum tentu yang kita butuh dan  terbaik bagi kita #WaitAMinute  

Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Maka sertakanlah Dia dalam setiap keputusan dan langkah kaki kita #WaitAMinute  

Terus pantaskan pantaskan dan pantaskan, sehingga kita layak untuk menerimanya #WaitAMinute

Teruslah berdoa berdoa dan berdoa, sehingga Dia memberikan yang terbaik yang pantas untuk kita #WaitAMinute  
  
Kenapa doa dan keinginan belum kunjung terjawab?  mungkin karena Dia ingin kita lebih dekat dan terus bermunajat kepada-Nya #WaitAMinute  

Dia suka mendengar rintihan doa-doa kita dan tak ingin segera mengakhirinya.#WaitAMinute  

Perlu juga curiga jika keinginan kita begitu mudahnya Dia berikan. Mungkin ada sesuatu yang  Dia  tidak suka dengan kita #WaitAMinute

Teruslah berbaik sangka, berusaha menanamkan keyakinan bahwa Dia akan  memberikan miracle saat terakhir dan saat benar-benar kita butuhkan #WaitAMinute

Labels

 

My Friends

My Twitter