Social Icons

Pages

Monday, October 29, 2012

Menikah Muda



Siapa yang mau nikaahhh? Ayoo Ngacuuungg ???! 
Wuihhh, langsung pada ngacung semua! :P Semua orang pasti mau sih ya. Siapa juga yang nggak mau nikah? Kalau nggak kelainan, jelmaan malaikat atau mungkin jin kali ni orang. Hehe
Pada kesempatan ini sy mau bahas lagi topik yang sangat menarik yaitu tentang nikah, terutama keuntungan dan resiko nikah muda. Seru nih ! :D
Oya sebelumnya, yang masih galau-galau mikirin jodoh, pasti belum baca postiingan sy sebelumnya. 
Nihh, baca dulu --> Siapakah Yang Jadi Jodohku Kelak ??? :)

Sebenarnya agak kurang pas kali ya jika sy bahas soal nikah, wong sy aja juga belum nikah. Hehe. Doakan aja ya??! Makanya kali in sy tidak akan bercerita pengalaman, tetapi lebih ke sharing ilmu yang sy dapatkan dari berbagai sumber dan pandangan sy pribadi mengenai nikah muda. Okee??

Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah saling berpasang-pasangan. Baik itu laki-perempuan, siang-malam, surga-neraka,  matahari-bulan, bumi-langit dan masih banyak lagi. Tentu tujuannya adalah untuk saling melengkapi. Coba aja kita bayangkan kalau di dunia ini laki-lakiii semua atau perempuaaan semuaa. Wahhh, pasti gersang deh bumi ini, tidak akan bisa melahirkan generasi selanjutnya. Atau coba kita bayangkan kalau tiap hari itu siaang terus 24 jam, gak pernah ada malam, atau sebaliknya. Ahh, pasti akan sangat membosankan. Setiap hari panaasss terus atau sebaliknya.

Seperti itu pula manusia, sudah menjadi kodratnya bahwa manusia itu diciptakan saling berpasang-pasangan supaya saling mengisi, saling bekerja sama dan saling menyempurnakan, seperti firman-Nya dalam Q.S. An Najm: 45

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.”

Temen2 pernah melihat atau mendengar orang yang membujang? tidak akan menikah selama hidupnya, seperti biksu, atau pendeta? Sy yakin 1000 % mereka hidupnya tidak akan tenang dan mengalami masalah, baik secara sosial maupun masalah individu. Mengapa??? Karena sudah menjadi fitrah-Nya yang namanya manusia itu harus punya pasangan, sebagai tempat menuangkan rasa cinta dan kasih sayang, serta menyalurkan hasrat biologisnya. Tinggal jalannya saja yang dipilih, mau asal-asalan, zina dan semacamnya atau dengan cara yang mulia dan bahkan sangat dianjurkan oleh agama karena bernilai ibadah yaitu menikah. hehehe

Ngomong-ngomong soal nikah, mau tidak mau kita harus ngomongin lagi soal jodoh. Seperti sudah sy bahas pada postingan sebelumnya, bahwa yang namanya rezeki, jodoh, maut itu sudah ada yang mengatur dan menjadi rahasia Allah SWT. Tugas kita adalah berikhtiar, dan mengusahakan dengan sebaik-baiknya. Bukan malas-malasan, santai-santai dan berharap sepanjang hari. Jodoh tidak akan mungkin dikirim dari langit datang sendiri  ke depan pintu rumah kita secara tiba-tiba. Ahh, itu mustahill !

Oke, lanjut lagi. Kita tau, menikah itu bukan cuma menyatukan 2 insan, tetapi juga menyatukan 2 karakter yang berbeda, menyatukan 2 sifat yang berbeda, dan tentunya menyatukan dua keluarga yang berbeda juga. Makanya harus disiapkan dan harus dipelajari ilmunya!

Rasulullah dalam haditsnya menerangkan bahwa orang yang menikah itu berarti telah menyempurnakan separuh dari agamanya. Artinya pahala dari amalan orang yang menikah itu 2 kali lipat daripada yang masih belum menikah. Ahh, udah enak, pahalanya double lagi ! Mauu??? Hehe

Dalam hadist yang lain Rasulullah juga menerangkan,

Wahai sekalian para pemuda! Siapa di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah….” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sangat-sangat jelas dan gamblangRasulullah memerintahkan kita, pemuda yang sudah mampu untuk menikah. Kalau kita telaah lagi kenapa haditsnya “Wahai sekalian para pemuda”,  kenapa bukan “Wahai orang-orang yang mampu/kaya”, atau “ Wahai orang-orang beriman/berilmu” atau yang lainnya.

Tentunya Rasulullah mempunyai maksud tertentu, pasti ada hikmah yang sangat besar sehingga menginstruksikan segenap pemuda dengan catatan yang “mampu” untuk menikah. Nah, pertama, kita terjemahkan pemuda itu dulu. Berapa  tahun ya normalnya orang dikatakan sebagai pemuda itu?? Pandangan umum, mungkin berkisar rentang umur 17-35 tahun sudah bisa dikatakan pemuda. Sangat relatif sepertinya. Tapi kalau usia 35 baru nikah. Ahh, umur segitu nampaknya gak muda lagi. Tull?? Hehe

Oya, untuk ukuran "mampu" nya seberapa ya??? Tentunya sudah harus bisa memberikan nafkah baik lahir maupun batin. Memberikan mahar dan tempat tinggal yang layak.
Kemudian pertanyaannya sekarang, mengapa Rasulullah memerintahkan pemuda untuk segera menikah.

Ini dia beberapa alasan yang sudah sy rangkum, keuntungan dari nikah muda:

1.    Menikah itu akan lebih menundukkan pandangan (matamu) dan lebih membentengi farji (mu)...  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2.    Menjaga akhak dan menjaga kehormatan.

3.    Menggenapkan separuh agama. Ladang pahala menjadi luas, amalan yang dikerjakan oleh orang yang sudah menikah 2 kali lipat dari yang belum menikah.

4.    Akan lebih terjaga dan terlindungi, menghindarkan diri dari fitnah dan menjauhkan diri dari dosa.

5.    Hati menjadi lebih tenang dan tenteram

6.    Pada umur 17-25, itu adalah masa-masa produktif. Di kalangan medis menyebutkan bahwa saat terbaik seseorang untuk bereproduksi adalah usia 20-an, dimana seorang ibu dalam kondisi prima. Sehingga kemungkinan melahirkan keturunan yang bagus, sehat,  dan cerdas sangatlah besar.

7.    Akan membawa keberkahan. Banyak percepatan-percepatan hidup dengan menikah, akan ditambah nikmatnya, ditambah rezekinya, hidup pun akan semakin bahagia.

8.    Mempunyai tempat untuk sharing dan berbagi dalam suka atau pun duka. Bisa saling menasehati, mengingatkan dan diskusi jika ada kesulitan atau masalah.

9.    Menjadikan pribadi yang lebih dewasa, dan lebih bertanggungjawab.

10.  Bisa saling bekerja sama dan melengkapi atas kelebihan dan kekurangan pasangan.

11.   Dan terakhir, tentu akan ada yang mengurus keperluan keseharian kita. Hehehe


Nahh, sekarang untuk kerugian atau resiko dari menikah muda apa aja ya?

1.    Usia muda (17-23) kebanyakan masih ababil, alias ABG yang masih labil dan belum matang benar. Akan susah jika pasangan masih mementingkan ego dan tidak dewasa, apalagi disertai gejolak emosi yang masih membara. Hal ini rawan akan menimbulkan konflik.

2.    Mempunyai beban dan tanggung jawab yang berbeda dari sebelumnya dan tentu lebih besar. Apalagi mensinergikan antara 2 karakter dan 2 keluarga juga tentunya bukan pekerjaan yang mudah.

3.    Menikah itu mengikat. Artinya tidak akan bisa bebas seperti waktu sebelum nikah. Mau jalan-jalan, nongkrong atau pergi ke mana gak bisa kalau sebebas dulu. Otomatis waktu kita  jadi berkurang.

4.    Apalagi kalau Allah  sudah mempercayakan momongan anak, pasti tantangan dan tanggung jawab akan lebih berat.

5.    Mungkin beberapa impian atau cita-cita harus di desaign ulang. Setelah menikah, kepentingan keluarga tentunya harus diutamakan.

6.    Menuju pernikahan pun sy rs akan banyak tantangan, mungkin pertama orang tua, kemudian culture dan masyarakat sekarang, menikah muda akan menjadi omongan, dan harus siap akan hal itu.



Sekarang tinggal kita yang menetapkan pilihan. Mau nikah muda, silakan. Banyak yang merekomendasikan dari pada galau pacaran.? 

Yang penting siapkan ilmu yang mumpuni untuk mengarungi bahtera hidup rumah tangga ke depan.  Ingat, badai kencang menanti di hadapan. Pastikan punya bekal dan pasangan hebat untuk berpegangan! :D

Atau mungkin mau kejar cita-cita dulu sambil menunggu usia matang, juga silakan. Semua ada konsekuensi yang harus kita ambil dan terutama komitmen harus dipegang. 

Yang penting kalau milih istri/suami harus se-iman. Dan kalau sudah ada calon, jangan sampai terlalu lama membujang! :D Hehehe

Cukup sekian.

Semoga bermanfaat dan bisa jadi bahan pertimbangan !
Salam

Labels

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

My Friends

My Twitter