Social Icons

Pages

Sunday, January 13, 2013

#Cinta


Cinta itu ibarat mawar. Bunga yang selalu nampak indah jika di pandang dari luar

Tapi ingat dibalik keindahan mawar juga terdapat duri. Yang setiap saat bisa menusuk diri

Sedemikian juga cinta. Dia selalu nampak indah di pandang dari luar.

Tapi ingat, jika  tidak hati-hati. Bersiap-siaplah terkena duri  yg akan menusuk-nusuk hati

Bijaklah mengekspresikan cinta, karena kebanyakan adalah semu. Berhati-hati itu lebih baik, daripada jd korban cinta palsu ?

Semakin kuat cinta, akan semakin lumpuh logika. Akibatnya akan semakin sulit mengenali para pemalsu cinta

Jangan pernah percaya pada cinta yang belum halal. Berharap dan percaya sepenuhnya itu pada cinta yang halal

Cinta tak halal itu seperti minum air laut. Semakin di minum malah semakin haus dan sama sekali tidak menghilangkan dahaga 

Sedangkan cinta halal itu laksana air di tengah panas gurun pasir. Melegakan bagi siapa pun yang meminumnya

Tempatkanlah cinta itu sewajarnya, bukan untuk di kungkung dan bukan pula untuk diumbar dan dipuja

Jadikan rasa cinta itu sebagai dorongan dan semangat, karena cinta itu sumber energi yang tak terhingga

Dengan cinta, segala kesulitan akan terasa ringan. Membuatnya seakan tantangan dan bukan sebagai beban.

Pancarkanlah energi cinta sebagai energi positif  yang mampu membawa kebaikan di sekitar kita 

Yang utama, jadikanlah cinta sebagai media untuk selalu dekat dengan Dia, Dzat Yang Maha Cinta

Karena sebaik-baik cinta adalah cinta-Nya yang tak terhingga. Maka sepantasnyalah menempatkan cinta-Nya di atas segala-galanya

Berharap ridho-Nya, sebagai sarana meraih kehidupan mulia di dunia dan begitu pula  di akhirat kelak, semoga mendapat syurgaa

Amiin...

Thursday, January 10, 2013

Segala sesuatu sesuai dg yang diniatkan. Aktivitas apapun akan bernilai pahala jika diniatkan sebagai #ibadah


Begitu juga sebaliknya, yang sejatinya aktivitas ibadah jika diniatkan selain untuk-Nya, malah tidak akan bernilai #ibadah

Bekerja bisa bernilai ibadah jika diniatkan dan dimaknai #ibadah  Misalnya untuk menafkai keluarga, membahagiakan orangtua, dsb

Ahha, kalau bekerja adalah ibadah, berarti otomatis apapun pekerjaan kita pun juga akan bernilai #ibadah Asyiikk.. :D

Makanya aneh kalau kerja nggak ada semangat, dan malas2an, wong kerja jika diniatkan #ibadah itu dapat bonus pahala pula dari-Nya

Apa belajar, baca buku juga ibadah? Ya jelas ibadah. Menuntut ilmu dlm kitab suci jelas2 wajib hukumnya. #ibadah juga

Jalan2 apakah juga #ibadah  Ahh jelas, akan bernilai pahala jika jalan2nya ke tempat yg bukan maksiat dan apalagi kalau sekaligus mentafakuri kebesaran-Nya

OL di fb, twitter pun jg bernilai ibadah. Ehh.. masa?? Iya kalau itu bermanfaat utk sesama  mengingatkan kepada kebaikan. #ibadah juga

Apa tidur itu ibadah?? Tidurnya orang berpuasa jelas ibadah. Mengistiratkan tubuh supaya bisa lebih prima.#ibadah juga

Seperti dua sisi koin yang saling melengkapi. Didalam ikhtiar terdapat ibadah dan di dalam #ibadah pun ada ikhtiar

Seandainya keduanya beriringan dengan sempurna, maka aktivitas kita dalam sehari semalam,  24 jam adalah ikhtiar yg juga  #ibadah dan bernilai pahala. Subhanallah...

Tuesday, January 8, 2013

Sepasang Bidadari


Apa itu sepasang bidadari?? *yang sudah tau pura-pura nggak tau dulu lah ya . . :)

Ilmu sepasang bidadari ini saya dapatkan dari sebuah buku yang #HighlyRecomended  tulisan Ippho santosa, yang bahkan sudah 3-4 kali saya baca ulang, 7 Keajaiban Rezeki saking bagusnya. Di dalam buku ini penulis menyebutkan,

Jika kita ingin meraih keajaiban-keajaiban rezeki, mempercepat terkabulnya doa, mempercepat terwujudnya impian, dan ingin mempercepat merubah nasib, maka hal terpenting untuk dilakukan adalah sampaikan dan selaraskan doa atau impian kepada sepasang bidadari.

Sudah bisa nebak nihh kayaknya??! Yap, betul ! Sepasang bidadari ini bukan punya 2 istri, tetapi adalah doa kedua orang tua dan pasangan kita...  :)

Nahh, untuk bidadari yang pertama semua orang pasti punya, yaitu kedua orang tua kita. Restu atau doa dari kedua orang tua merupakan kunci utama kesuksesan dalam mewujudkan apa yang kita inginkan.

“Ridhallaah biridhal walidain", "Ridho Allah tergantung ridho ke dua orang tua".

Saya tidak akan banyak membahas bidadari yang pertama ini karena sebelumnya pernah saya bahas juga di sini, nihh --> Nasehat Seorang Ibu

Kali ini, saya mau fokus bahas bidadari yang ke dua, yaitu pasangan kita. Bagi seorang yang sudah menikah, tentu sudah jelas suami/istri kitalah yang berperan menjadi bidadari yang kedua.  Seperti disampaikan diawal, dengan selarasnya impian dan doa-doa kita dengan sepasang bidadari, maka impian dan doa yang kita panjatkan akan lebih bersayap dan mengangkasaa.

Seperti kata pepatah,
 " Setiap pria yang berhasil,  dibelakangnya ada wanita hebat yang mendampinginya". 

Liat saja orang-orang sukses dan berhasil di sekeliling kita. Liat orang-orang seperti Mario Teguh, Jamil Azzaini, Ippho santosa, Habibie-Ainun yang sekarang lagi rame diperbincangkan. Sudah bisa lihat?? Pria-pria sukses pasti selalu didampingi oleh istri yang berperan baik untuk suaminya. Rigghtttt?

Lalu bagaimana dengan kita yang belum menikah??
Nahhh, tentunya ini adalah salah PR sekaligus proyek terbesar kita (emang bangunan?!) Pekerjaan yang juga tengah saya lakoni, pencarian akan rezeki terbesar dalam hidup, seorang  pendamping sekaligus partner yang diharapkan juga mampu untuk saling mengisi dan melengkapi sehingga terjalin keterpaduaan dalam mengarungi samudera kehidupan di dunia ini.

Bagaimana memilih pasangan hidup kita nanti???
Rasulullah sudah mengajarkan,
"Nikahilah wanita karena 4 hal, karena rupa/kecantikannya, karena hartanya, karena nasab/ keturunannya. Dan jika ingin selamat maka menikahlah karena agamanya".

 Kalau kata pepatah jawa.“Liatlah bibit, bobot, dan bebetnya”, 

Mencari seorang yang tidak hanya dijadikan istri tetapi juga calon ibu terbaik buat anak-anak kita nanti. Dianjurkan untuk melihat segala sisi, lihat bibit atau keturunannya, bobot atau  ilmunya dan yang paling penting adalah akhlak dan agamanya yang harus di jadikan pedoman.
Waduhh, berat ni pembahasannya...

Siapa jodohku kelak? Jodoh itu sudah ada apa belum?
Bagaimana cara menjemputnya???

Ahh, yang jelas, “Yang baik-baik itu untuk yang baik-baik dan yang keji untuk yang keji.”

Allah pasti akan memberi orang yang pantas dan layak untuk kita. So??? kalau mau yg baik. ya mari pantas kan diri kita dulu. Tetapkan kriterianya dan ikhtiarkan dengan sebaik-baiknya tanpa melanggar aturan-Nya. Tugas kita bukan mencari tau siapa dia. Tetapi menyempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan yang layak untuk diri kita.

Bukan menganggap kita tinggi, tetapi jadikan diri sebagai standart dan tolok ukur jodoh kita. Supaya kalau ingin jodoh yang baik, kita selalu berupaya  memperbaiki diri.

Sekian dulu. Mengakhiri tulisan ini mari kita saling mendoakan. Semoga kita diberikan kemudahan dan petunjuk serta mendapatkan pasangan hidup yang terbaik. Sepasang bidadari yang tidak hanya bisa membawa kita bahagia di dunia tetapi juga di akhirat kelak.

Amiinnn.....

Saturday, January 5, 2013

#PantaskanDiri


Allah tdk pernah terlambat, tdk pula tergesa-gesa. Dia selalu tepat waktu dan punya alasan dibalik semua kejadian dalam hidup kita #PantaskanDiri

Mengapa permintaan kita tak kunjung dikabulkan. Mungkin krn kita memang blm pantas utk menerimanya #PantaskanDiri

Ibarat seorang anak yg belum lancar naik sepeda, sudah merengek-rengek minta mobil ke orang tuanya #PantaskanDiri

Mana mungkin akan diberikan. Coba aja bayangkan? Apa jadinya jika dipenuhi. Pasti ada resiko besar yg ditimbulkan #PantaskanDiri



Ibarat seorang anak yg merengek2 minta mobil inilah diri kita.  Sering  meminta tetapi tdk mengukur kepantasan #PantaskanDiri

Mana mungkin, akan diberikan. Kalau kita tdk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan ke #PantasanDiri

Kita aja bisa menilai. Apalagi Dia Dzat Yang Maha Menilai. Dia jauh lebih tau apa yg terbaik yg kita butuhkan #PantaskanDiri

Tidak usahlah terlalu ke GR-an. Merasa pantas dan bisa. Jauh lebih baik itu jika kita merasa belum bisa dan belum pantas #PantaskanDiri



Selalu terpacu utk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Bgmn kita mau belajar jika kita sdh merasa pantas dan merasa bisa? #PantaskanDiri

Ikhtiar dan #PantaskanDiri. Ukur diri sendiri apa sudah layak apa belum layak dititipkan sebuah kepercayaan 

Bukan dihadapan orang. Tetapi memantaskan diri itu di hadapan Dia, Dzat Yang Maha Rahman #PantaskanDiri

Akhirnya, berprasangka baik saja kepada Dia. Segala keputusan-Nya adalah yg terbaik bagi kita.  #PantaskanDiri





Friday, January 4, 2013

Bukit Berahu


Haloo, apa kabar sobat semua? Semoga kita menjadi insan yang dipenuhi rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya Pada kesempatan ini saya mau sharing lagi tempat yang #highrecomended untuk di kunjungi di tempat perantauan saya “Belitung, Bumi Sang Pemimpi”. Kali ini ceritanya kita akan jalan-jalan menyambangi sebuah bukit yang berada di tepi pantai :D

Dari kemarin perasaan jalan-jalan terus??? Kapan kerjanyaa??! Hehe. Mengabdi dan bertugas di perantauan sembari  berwisata menikmati hidup apa juga salahnya?! Tull??? Travelling mencari inspirasi sembari mentafakkuri ayat-ayat kauniyahnya supaya selalu bersyukur atas karunia -Nya. Mumpung masih hidup, mumpung masih bisa jalan, sebelum dicabut nikmat oleh-Nya, kapan lagi bisa menikmati keindahan alam macam begini??!  :D


Ada waktunya serius bekerja, ada waktunya juga membebaskan diri dari rutinitas, jalan-jalan. Sudah saya jadwalkan memang setiap minimal 2 minggu sekali itu untuk refreshing, 
berpetualang biar tidak jenuh, terus fresh, dan selalu semangat beraktivitas. Nahh pass kebetulan liburan awal tahun kemarin, saya manfaatkan aja untuk jalan-jalan. Kali ini ke Bukit Berahu. Menikmati keindahan pantai pasir putih dan beningnya air laut belitung dari atas bukit :D

Lokasi bukit wisata Bukit Berahu ini tidak jauh dari pusat kota Tanjungpandan, kurang lebih 20 km. Cukup dengan berkendara 20 menit kita sudah sampai ke lokasi. Tidak perlu khawatir akan fasilitas transportasi atau akomodasi. Di pulau ini sudah ada beberapa agent wisata atau travel. Hampir semua jalan di pulau ini juga layaknya jalan tol. Mulus, lancar dan di jamin bebas hambatan :D

Bukit berahu ini termasuk objek wisata di Belitung yang sudah terkelola dengan baik. Di lokasi sudah ada penginapan, rumah makan, kolam renang, dan cottage yang ada di bawah bukit berhadapan dengan bibir pantai. Oya untuk biaya masuknya per orang dikenakan administrasi Rp.2000,- rupiah aja.

Dari lokasi tempat makan yang bersebelahan dengan kolam renang ini kita bisa menikmati indahnya panorama laut yang membentang di depan mata. Kalau kita beruntung kita juga bisa liat sunset yang turun di tengah laut tanpa terhalang apapun :) Sayang pas waktu saya datang kemarin cuaca cukup mendung, jadi batal menyaksikan sunset di sini.





Dari atas bukit ini kita bisa menuruni tangga menuju pantai. Cukup lumayanlah untuk jalan naik turun bukit. Karena waktu saya datang itu bertepatan dengan hari libur dan cuti bersana, jadi pas lagi rame-ramenya pengunjung yang datang dan berwisata ke tempat ini.



Di bibir pantai ada 5 cottage yang di sewakan. Persis menghadap ke laut dan dari jarak 5 meter di depan pintu ada pantai pasir putih. Fasilitasnya sekilas saya lihat juga cukup lengkap, ada kamar, ruang tamu, AC dan ada TV-nya juga. 



Banyak juga pondok-pondok kecil di beberapa tempat. Cocok lah untuk tempat bercengkarema sembari menunggu senja merasakan angin sepoi-sepoi di pantai ini :D

Kalau untuk pantainya hampir mirip dengan pantai di Tanjung Tinggi atau Tanjung Kelayang. Bedanya batu-batu granit di sini tidak sebanyak dan sebesar yang di Tanjung tinggi. Ombak nya yang tenang dan landai, sangat cocok bila mau puas – puas  berenang di pantai ini.



Sekian dulu.  Ayo bersama kita jaga keindahan alam yang telah Allah berikan supaya tetap lestarii :D

Semoga bisa terus menyambangi sederetan tempat-tempat terindah di pulau yang indah ini.
Bersambung... ( Next Trip -> Tanjungpendam :D)


Thursday, January 3, 2013

Naikkan thermostat diri??? Haa?? maksudnyaa??! Mungkin sebagian pembaca akan sedikit bingung sama judul yang saya tulis ini. Hehe. 

Begini, pernah masuk ruangan ber-AC kan? Jika kita masuk ruangan ber-AC, tentu suhu di dalam ruangan tersebut bisa kita atur sesuai dengan keinginan kita. Mau suhu yang dingin bisa kita setting suhu AC ke 17 derajat celsius atau jikalau menginginkan suhu yang hangat bisa di setting ke suhu 30 derajat celcius. Kita bisa mensetting suhu ruangan itu sekehendak kita, karena dalam AC terdapat alat yang namanya ‘thermostat’. Tull???

Nahh, dengan kita mensetting suhu thermostat, maka AC akan bekerja secara otomatis untuk menyesuaikan dengan suhu yang telah kita setting. Dia akan berusaha menurunkan suhu jika terlalu panas, atau akan menaikkan suhu jika terlalu dingin.

Seperti thermostat AC, begitu jugalah dengan standart  yang kita tanam dalam pikiran bawah sadar kita.  Seberapa besar kita memasang thermostat diri akan menentukan seberapa besar kualitas hidup kita nanti. Apa yang kita dengar, lihat, pelajari, dan pergaulan kita kesehariannya itu akan membentuk kehidupan kita ke depannya. Seperti analogi yang sudah sering kita dengar berikut ini,

“Orang yang sering bergaul dengan tukang minyak wangi akan ikut harum, orang yang sering bergaul dengan tukang sampah juga akan ikutan terkena baunya”.
.
Hukum ini ternyata tidak hanya berlaku dalam pergaulan, tetapi juga ilmu, cara pandang, dan karakter diri.  Semua akan berjalan otomatis, karena program ini ada di pikiran bawah sadar,  setiap orang akan menyesuaikan dengan thermostat yang dia pasang. Semakin tinggi kita menentukan thermostat diri, tentu secara otomatis kita akan semakin terpacu unutk menyesuaikan diri. Memang sangat mungkin akan ada perasaan tidak nyaman. Tetapi itu justru akan membuat diri kita berusaha untuk terus malaju ke level yang lebih tinggi.

Seperti program thermostat AC yang hampir selalu tidak pernah mencapai suhu yang telah di setting. Sedemikian juga hidup, walaupun tidak 100% sesuai dengan yang apa yang kita harapkan, setidaknya mendekati, atau bisa dipastikan itu akan jauh lebih baik jika kita tidak menaikkan thermostat diri.  

Bergaulah dengan mereka yang satu visi dengan kita yang mendukung kualitas diri untuk teru terdorong maju.

Ayo susun program ulang, naikkan thermostat dirii ! :D



Wednesday, January 2, 2013

Semangat Perubahan


Bismillah, postingan pertama di awal tahun ini saya buat seusai tilawah pagi, ditengah guyuran hujan cukup lebat dari tadi subuh.  Diiringi merdunya suara opick yang saya putar di mp3 laptop, sembari menikmati harumnya aroma kopi kingkong di tengah cuaca dingin yang menyelimuti badan. Hmmmm... Alhamdulillahh... #NikmatnyaSecruputKopiPanasDiPagiHari 

“Ibarat sungai yang mengalir, kita tidak akan pernah bisa menyentuh air yang sama  untuk kedua kalinya”. Keingat sebuah quote dari TL @kata2bijak semalem.

Tidak ada waktu yang terulang, untuk itu jangan pernah yang namanya menyia-nyiakan waktu. Manfaatkan moment awal tahun yang baru ini, untuk menjadi jiwa baru yang mempunyai semangat baru serta harapan baru untuk mewujudkan target-target hidup kita di tahun 2013 ini jadi lebih produktif !

Oh ya, pada postingan sebelumnya saya sepertinya belum selesai menyusun Resolusi di tahun yang baru ini.  Sampai point 39 kalau tidak salah. Setelah saya pikir-pikir cukup itu dulu deh. Takutnya nanti sudah nyusun banyak-banyak resolusi malah nggak fokus lagi. hehe . Yang penting itu bukan resolusi, tapi aksi dan eksekusi untuk perbaikan diri. Tull??!

Memang takdir itu sudah ditentukan sejak lahir. Tetapi perubahan nasib itu tentu sangat bisa diusahakan, salah satunya ya dengan meng-upgrade program-program peningkatan kualitas diri. 

Nahh, Seperti kata Putu Putrayasa dalam bukunya #highrecomended yang tengah saya baca “The Millionare Step” menyebutkan bahwa,

“Nasib kita di dunia ini ibarat melukis sebuah sketsa. Kita dibekali pensil, pena dan penghapus. Setiap guratan adalah kehendak sadar kita saat melakukannya. Kita menggunakan pensil ketika sedang merencanakan nasib menuju ke perubahan yang lebih baik. ada kesalahan bisa kita koreksi dengan penghapus kemudian kita lanjutkan lagi hingga akhirnya kita yakin dan menebalkannya dalam pena.”

 “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah nasibnya sendiri”  (Ar-Ra'du [13]: 11)

Keadaan kita sekarang sekarang adalah akibat dari apa yang kita lakukan 5-10 tahun ke belakang. Maka nasib kita 5,10-20 tahun mendatang sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini.

Kalau tahun ini kebiasaan, pergaulan dan  masih sama melakukan aktivitas itu-itu aja. Ya sudah bisa ditebak hidup kedepan nantinya juga akan begini begini saja. Namun, kalau mau kualitas hidup segera membaik dan di atas orang rata-rata, maka harus  ada tekad dan semangat untuk beraktivitas di atas orang rata-rata. Dan tentunya juga dibarengi dengan terus melakukan perbaikan diri, mulai dari membangun kebiasaan-kebiasaan baru, menciptakan pergaulan yang mendorong kita untuk terus maju dan lakukan aktivitas yang  produktif dikesehariaannya.

Jadilah sutradara yang mengatur film kehidupan kita sendiri. Buatlah skenario terbaik untuk kita mainkan skaligus jadilah pemeran utama di cerita kehidupan kita sendiri. Atur kemana alur cerita ini hendak mengalir. Semoga kita diberikan kemudahan dan petunjuk jalan yang lurus bagi yang berniat memperbaiki kualitas hidup.

Ayoo, Semangat Perubahan  2013 ! :D (Kaya jargon kampanye nihh  :P Hehehe)


Labels

 

My Friends

My Twitter