Social Icons

Pages

Thursday, December 20, 2012


Suratul fatihah bagi kita umat muslim adalah ibarat makanan sehari-hari yang tidak akan pernah lepas. Bagaimana tidak, minimal 17 kali setiap hari kita melafadzkannya. Bacaaannya pun rasanya begitu lekat dengan lidah kita. Dengan otomatis lafadnya keluar begitu saja biar kita sedang ngigau sekalipun, Karena saking seringnya dibacakan setiap hari dan berulang-ulang. Misalkan kalau dihitung-hitung mulai sejak kecil kita sholat sampai sekarang, misalkan mulai sholat pada umur 10 tahun saja dan usia kita sekarang anggap 25 tahun. Di buat gampang aja setiap hari sholat 5 waktu. Itu saja, minimal kita sudah membaca surat alfatihah sebanyak 15 x 12  x 30  x 17 kali = 91800 kali.

Begitu seringnya lidah kita mengucapkan sebuah surat yang berisi 7 ayat diulang-ulang ini. Mungkin karena saking seringnya dan sudah hafal diluar kepala, kebanyakan dari kita malah membacanya sekali nafas tanpa spasi dan seakan-akan ingin cepat-cepat menyudahi bacaan surat Al-Fatihah tersebut. Padahal kalau dicermati, dalam setiap ayat demi ayat dalam surat Al-fatihah ini Allah Awt sedang berdialog dengan kita. 

Sadarkah bacaan-bacaan yang kita ucapkan adalah merupakan sebuah doa sekaligus  pengharapan kepada Rabb Yang Maha menguasai Alam Semesta ini??!

Amal pamungkas yang selalu kita harapkan menjadi penolong kita di yaumul akhir nanti??!
Amalan yang jika itu baik, maka baik pula seluruh amal yang lainnya??!

Apakah kita sudah menghayati setiap bacaan dalam setiap sholat kita selama ini??!


Dalam sebuah Hadist Qudsi, Allah SWT berfirman:

“Aku membagi Al-Fatihah dalam shalat menjadi 2 bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku.”

Artinya 3 ayat pertama sebelum Iyyaka Na’budu Wa iyyaka Nasta’in adalah hak Allah, dan 
tiga ayat sesudahnya adalah urusan hamba-Nya.

Ketika kita mengucapkan “Alhamdulillahirabbil’alamin”." Allah menjawab: “Hamba-Ku telah memuji-Ku”

Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmannir-Rahim”. Allah menjawab: “Hambaku telah mengagungkan-Ku”

Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”. Allah menjawab: “Hamba-Ku memuja-Ku.”

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’budu Wa Iyyaka Nasta’in”. Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash Shiratal Mustaqim, Shiratalladzina An ‘Amta ‘Alaihim Ghairil Maghdubi ‘Alaihim Waladdzalliin.” Allah menjawab: ”Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku dan akan Aku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan Al-Tirmidzi)


Berhentilah sejenak setelah membaca setiap ayat. Hayatilah ayat demi ayat dan rasakan  betapa indahnya jawaban Allah SWT, karena Dia sedang berdialog dengan kita, hamba-Nya. Allah menjawab ucapan dan doa-doa kita.

Apa ada yang lebih indah dunia ini selain doa-doa yang kita panjatkan diberikan jawaban oleh yang Maha Mengabulkan Setiap Doa dan Permintaaan???

Selanjutnya jangan lupa tutup dengan mengucapkan “Aamiinnn” dengan ucapan yang lembut dan lirih. Sebab malaikat pun mengucapkan “Aamiinnn” yang sama dengan kita.

“Barang siapa yang ucapan “Aamiinnn-nya” bersamaan dengan  ucapan “Aamiinnn-nya” malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya.” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Daudm dan An-Nas)

Sekian. Semoga bisa menjadi perenungan terutama buat penulis..
Salam


sumber: Pengajian Umum Masjid Baitul Hijrah, Tanjungpandan, Belitung
oleh Ustadz. Muhammad Tarmidzi,S.E


Labels

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

My Friends

My Twitter